Eksploitasi dunia kerja: Anda kuda atau anjing?

Tentu Anda ogah diperas ditindas, tapi sebagai atasan mungkin Anda tega melakukannya karena Anda juga ditekan bos.

▒ Lama baca < 1 menit

Eksploitasi dunia kerja: Anda kuda atau anjing? - Kompas — Blogombal.com

Ketika membaca artikel dalam Kompas.com (Selasa, 24/3/2026) ini apakah Anda juga menempatkan diri sebagai atasan? Akan repot jika posisi Anda tanggung, bukan sebagai atasan tertinggi karena Anda masih punya atasan, bahkan atasan Anda masih punya atasan lagi.

Artinya Anda ditekan dari atas, disodok dari bawah dalam aneka rupa, sejak resistensi hingga pembangkangan, dan tahap tengahnya adalah bawahan bermain kopling. Kesepakatan bersama tak dieksekusi sesuai rencana. Ada saja alasannya.

Oke, kita semua bisa bilang ada KPI dan entah apa lagi yang terukur. Masalahnya atasan dari bos Anda, atau malah juragan di puncak, kurang hirau capaian kerja Anda yang melebihi target, padahal target itu adalah kesepakatan Anda dan atasan saat evaluasi.

Apakah capaian Anda mendapatkan imbalan layak? Sial, jika kerja produktif Anda cuma menjadi ponten bagi atasan Anda. Beda atasan, beda organisasi, dan beda kultur, akan menghasilkan apresiasi yang berbeda.

Ada lho atasan yang membiarkan gaji seorang bawahan produktif tak naik karena si bawahan tak pernah minta. Sementara karyawan lain yang lebih sadar hak, padahal kinerjanya pas banderol, bisa naik gajinya.

Karyawan penurut itu oleh sejawatnya bukannya dibela maupun nasibnya diperjuangkan, tetapi malah dibilang goblok bahkan penjilat maniak carmuk yang masokhistis.

Padahal ketika terjadi PHK kolektif, ucapan dari manajemen adalah templat, berlaku untuk semua karyawan, dinyatakan dengan datar: “Terima kasih selama ini Anda sudah anu anu anu…, tapi perusahaan mengalami anu anu anu…, sehingga dengan berat hati kami anu anu anu…. ”

Dalam gaya manajemen sekarang ada yang via email, dan hari itu juga harus cabut. Masih mending kalau ada pertemuan para korban PHK yang diselenggarakan manajemen, tetapi biasanya sonder tanya jawab, cuma penjelasan singkat.

Saya teringat lagu “Jemu” dari Koes Plus (album In Hard Beat, 1976):
Kerja keras bagai kuda
Dicambuk dan didera
Semua tlah kurasakan
Untuk mencari uang

Oh, menjadi turangga. Sedangkan The Beatles menyamakan kerja keras dengan nasib anjing (“A Hard Day’s Night”, single, 1964):
It’s been a hard day’s night
And I’ve been workin’ like a dog
It’s been a hard day’s night
I should be sleepin’ like a log

2 Comments

warm Rabu 25 Maret 2026 ~ 12.20 Reply

saya sih kelinci, paman
eh itu shio sih

Pemilik Blog Rabu 25 Maret 2026 ~ 15.36 Reply

Hahaha! Mari tanya Bang Rhoma 🤣

Tinggalkan Balasan