
Misalnya Anda seorang calon penumpang, mungkin akan kebingungan di depan parade papan nama agen bus di Terminal Pondokpinang, Jaksel. Akan ke mana, naik bus apa, informasi visualnya bikin pusing.
Pada zaman marak calo, Anda akan ditarik ke kanan kiri. Kalau bawaan Anda merepotkan, dan kewaspadaan Anda menipis, copet akan berpesta.
Foto di atas muncul dalam berita Kompas.id hari ini (Rabu, 25/3/2026), tentang suasana di dua terminal bus, di Jaksel dan Jaktim, pada H+4 Lebaran, ada yang datang dan berangkat. Foto loket di atas bagi saya menarik karena merupakan rekaman sejarah. Sepuluh tahun lagi, namun semoga tak sampai selama itu, setelah keadaan membaik maka beraneka papan nama penanar mata pada loket bus tinggal kenangan.

Tentu, dalam soal macam ini saya tak terlalu meninggikan media berita karena arsip di media sosial lebih kaya. Jika menyangkut video, sayang sekali jarang yang menambahkan keterangan tempat dan waktu, berupa teks dalam bingkai maupun suara. Padahal dalam penyuntingan di ponsel, sulih suara dapat dilakukan oleh AI.


4 Comments
koyo e terminal bayangan kini berjaya, lewat WA sopire janjian di posisi mana, jam berapa? … bahkan iso tekan arep omah, sehat slalu Pakde
Halo Pak Guru. Masih sibuk halalbilhalal karena banyak undangan? Sehat ya, jangan lupa diet 😇💐
Iya, terminal bayangan. Pesen karcis eh tiket bisa online.
saya pernah (terpaksa) mudik dari Kampung Rambutan, karena ngga dapat tiket kereta api.. bujubuset.. sekarang bagus bener itu kalo liat dari foto..
Yah, keadaan sudah membaik dikit.
Saya pernah dari Pulogadung ke Salatiga harus sekian kali ganti bus, berdiri pula. Rehat duduk di terminal sebelum sambung ke bus berikutnya. Untung masih muda, kuat.