
Sampah itu harus kita buang atau kita sumbangkan? Tergantung jenis sampahnya. Setelah bermunculan bank sampah komunal sampai tingkat RW, sampah wadah plastik dapat menjadikan donasi.
Lebaran ini banyak rumah tangga bertambah sampah plastik, terutama botol minuman sekali lagi pakai. Tetapi itu hanya asumsi saya, kalau mayoritas warga suatu RW tidak mudik. Bukankah Jabodetabek adalah penampung para pendatang?
Kotak donasi serupa sangkar ini saya foto sebelum Lebaran, masih di bulan puasa. Foto jepretan sore itu saya temukan dalam ponsel saat saya membersihkan gambar. Tampak dalam foto, isi kotak sudah separuh. Saya tak tahu capaian itu terkumpul dalam berapa hari.

Bagi pemulung, bank sampah mungkin membatasi perolehan rezeki. Sedangkan bagi warga hal itu merupakan kemudahan dalam mengenyahkan sampah wadah plastik. Dalam praktik, pemulung sering merepotkan karena membedah kantong sampah di bak sampah, isinya tercerai-berai, petugas truk harus memunguti. Maka banyak perumahan malarang pemulung memasuki area.

2 Comments
di sini, walau sudah ada aturan pemisahan sampah, masih ada saja orang goblok buang sampah tidak pada tempatnya..
Oh, gitu ya Jerman. Kok bisa ya?