
Hidup bertetangga ada saja masalahnya. Di Indonesia kita akan dianggap kebarat-baratan kalau menelepon polisi atau satpol PP karena dirugikan tetangga. Misalnya dalam urusan parkir mobil. Lihat saja tulisan pada pintu pagar sebuah rumah ini.
Sebegitu seriusnya pemilik rumah sampai memesan papan imbauan dengan desain rapi, untuk melengkapi permintaan agar orang lain tak memarkir di depan pintu. Imbauan, bukan larangan. Kalau melarang akan digerenengi, “Emang dia siapa, main larang sesukanya.”

Kadang pemarkir mobil yang mengganggu orang lain bukanlah warga setempat melainkan tamunya. Anehnya, tuan rumah tak peduli. Menengok keluar pun tidak apalagi minta izin.
Saya pernah bercerita di blog wagu ini, ada tamu indekosan cewek sebelah rumah, di Yogyakarta, memarkir mobil di halaman rumah ibu saya.
Ketika Ibu mendatangi si pemarkir, karena mobil adik saya terhalang sehingga menghalangi jalan, si tamu minta Ibu bersabar karena dirinya belum selesai ngobrol. Entah adab apa yang dia petik dari keluarganya.



4 Comments
lebih efektif kalo ditulis: “parkir di sini, risiko ditanggung sendiri”
terus dikasih semacam counter palsu.
7 mobil dicuri
3 mobil dirusak
misalnya..
Itu sih intimidatif. Sipil melakukan persekusi.
Anarki = gak again pemerintahan, gak ada hukum
🙈
Wah, ide bagus untuk penghuni kompleks yg sering kedatangan tamu bermobil dari luar.
Lebih ngeselin kalau pemarkir tanpa permisi dulu.
Repotnya, kalo satu mobil sudah mulai, motor tamu berikutnya merasa sudah dibantu memblokir, tinggal taruh umpel-umpelan, gak rapi. Mobil kita datang gak bisa masuk, mobil mau keluar nggak bisa.
Masalahnya ya itu, tuan rumah gak mau tahu, setelah kita permisi minta jalan baru ngeh kalo tetamu nutup jalan.
Sebenarnya kalo pake permisi semuanya jadi enak kok. Ada sih yang aneh, bertamunya ke sebuah rumah, yang depannya selalu kosong, tapi mobil yang sama, milik keponakan, selalu parkir di depan rumah orang lain nutup akses mobil. Si tetangga terhalang sudah permisi minta geser, lalu di ibu muda pun maju ke r depan rumah tantehya. Lalu lain hari diulangi lagi. Selalu begitu. 🙈