
Untuk kesekian kalinya saya mendapati makanan terbungkus plastik yang dikokot, maksud saya distaples, tentu memakai stapler. Padahal hari ini tahun 2026. Semoga penganan untuk MBG tak dibungkus dengan kuncian staples.

Oh ya, KBBI VI versi aplikasi ponsel sudah memuat lema staples dan stapler sehingga saya tak perlu menuliskannya dengan huruf kursif atau italik.
Selama ini saya selalu mengkhawatirkan bahaya staples jika tertelan. Tetapi menurut Klikdokter dan Hellosehat, karena staples kecil maka ketika masuk ke usus akan terbuang bersama feses.
Walakin aman, saya tetap tak nyaman dengan staples sebagai pengunci tutup makanan. Kenapa? Karena merepotkan, antara lain harus melibatkan ATK untuk mencungkil — terutama staples besar. Cara lain lebih mudah, kita gunting saja lidah (atau bibir?) penutup.
Saya tak tahu berapa selisih harga kotak plastik dengan penguncian interlocking dan kotak yang harus dikokot maupun diselotip. Kalau membandingkan harga staples dan selotip, berikut proses mengatupkan tutup, tentu lebih murah dan lebih mudah staples.




4 Comments
ngeri betul itu masih ada yang pake staples buat wadah makan. sama gedegnya ama yang pake wadah steriofoam buat wadah makanan panas..
Ya, di Indonesia masih gitu. Makanya kita gak tau kerjaan pembina UMKM itu apa aja
Iya nih, kok nggak pernah ada larangan soal staples untuk kemasan makanan. Saya pernah nggak sengaja mengunyah staples, dan buru-buru melepehnya. Walaupun dibilang aman, ya tetap ngeri membayangkan bagian tajamnya menggores organ kita 🙁
Nah, itu dia!
Gak tau saya apa aja kerjaan tim pembina UMKM