
Kasur pegas bekas pakai itu disandarkan begitu saja di dinding rumah tetangga depan, dibiarkan terguyur hujan. Pemulung yang biasanya menggunakan gerobak dorong, hela, maupun gerobak bermotor belum mengambilnya — dengan catatan kalau mereka mau.

Bagaimana jika menunggu truk sampah yang datang dua kali seminggu? Belum tentu mereka mau kecuali pembuang barang besar bersedia membayar. Hanya kepada pemulung para pembuang barang dapat berharap. Para pemulung, yang kadang mengesalkan karena mengobrak-abrik bak sampah, adalah bagian dari mata rantai penyingkiran barang tanpa perlu dibayar.

Kaca besar buangan, apalagi yang terbingkai kosen jendela, adalah barang yang sulit enyah. Kursi kayu buangan pun belum tentu ada yang mau. Tetapi lemari di tepi jalan, berdiri melintasi malam saat kemarau, karena rumah sedang direnovasi, bagi pemilik mendatangkan kekhawatiran sehingga dipasangi tulisan jangan diambil.

Mestinya semua kota meniru cara Jakarta: petugas kebersihan akan mengambil barang besar yang akan disampahkan, tanpa memungut ongkos. Orang malas membuang dengan membayar ongkos. Di beberapa negeri maju, warga membuang perabot kayak pakai dengan tulisan silakan ambil.

2 Comments
ini sepertinya masalah di mana saja. di sini pun, sebenarnya bisa meminta petugas sampah mengambil barang besar. perlu melakukan janjian dulu. kadang gratis, kadang ada ongkosnya.
namun, banyak banget yang males dan membuang seenaknya. sofa, kasur, lemari, digeletakkan begitu saja di tepi jalan. kadang dengan dikasih embel-embel, “zu verschenken” (untuk diambil, gratis). brengesek sih ini.
pemerintah Berlin pun akhirnya mengeluarkan aturan denda untuk yang melakukan ini, karena dianggap pembuangan sampah ilegal. namun pertanyaan saya, gimana coba cara menangkap si pelaku?
tapi di satu sisi, saya pernah melihat beberapa barang “masih bagus” tapi dibuang ke sampah, padahal bisa dikasih ke orang.
petugas sampah sehari-hari juga enggan mengurus karena truknya tidak dirancang untuk mengangkut sampah ini. kadang berminggu-minggu baru terangkut.
Walah ternyata gitu.
Saya pernah liat video, kayaknya di Jerman, ada truk sampah yang bisa melumat sofa.
Mungkin CCTV perlu untuk mengawasi pembuang barang besar, apalagi dibantu AI kayak di RRT, untuk identifikasi orang. Tapi dari sisi privasi pasti ditolak ya.