Pak Kolonel ayam goreng Kaèpcé jadi hijau

Dalam promosi bertema Ramadan, logo KFC menjadi hijau. Apa hubungan tentara dan ayam goreng?

▒ Lama baca < 1 menit

Logo dan promo KFC di X mendadak hijau — Blogombal.com

Dalam beriklan di X untuk menyambut Ramadan, logo KFC berwarna hijau pupus. Saya tak memperhatikan apakah dalam Ramadan tahun lalu dan sebelumnya juga berwarna hijau. Yah, namanya juga komunikasi pemasaran, harus bersiasat dalam mengemas pesan tematis.

Soal lain, apakah KFC Indonesia pendukung zionisme yang melakukan genosida di Gaza, Palestina? Sebenarnya tidak. Maka sebenarnya KFC Indonesia tak termasuk target BDS (boycott, divestment, sanctions). KFC Indonesia sudah mengklarifikasi pihaknya tak mendukung Israel (¬ Republika, 26/11/2023).

Tentang ikon KFC, yakni Kolonel Harland Sanders (1890–1980), guyon lawas menyebut tentara kok mengurusi ayam goreng. Sebenarnya Sanders bukan orang militer karier, gelar kolonel dianugerahkan oleh negara bagian Kentucky. Memang sih, dia pernah bertugas di AD AS.

Lalu ada cerita apa soal serdadu dan dapur? Setiap kesatuan militer punya dapur. Tak mungkinlah dalam operasi apalagi perang mengandalkan warung padang dan warteg. Mereka juga punya perbekalan makanan awetan dalam kaleng untuk lapangan. Kalau perbekalan habis ya kudu bisa jungle survival, misalnya menyembelih ular.

Pada awal Reformasi, 1998–2000, di Jakarta banyak perusahaan minta bantuan korps militer untuk menjaga kantor. Para serdadu itu berbaju loreng. Kata seorang komandan keamanan suatu perusahaan besar, karena permintaan tinggi maka orang dapur berseragam lapangan pun diperbantukan.

Ada lagi hubungan tentara dan dapur? Ya, jawaban Anda tepat namun jangan berharap hadiah: hubungan itu dengan MBG. Polisi juga terlibat. Hidup MBG! Apalagi kalau isinya KFC. Di kantor saya terakhir, setiap Senin dulu menu MBG (makanan berkotak gratis) pasti istimewa, dari HokBen, nasi rendang Pagi Sore, sampai KFC.

Tetapi kalau MBG untuk sekolah isinya KFC, bisa tekor negara. Harga saham PT Fast Food Indonesia (FAST) mungkin naik, padahal tak digoreng.

¬ Bukan tulisan berbayar maupun titipan

4 Comments

Zam Minggu 22 Februari 2026 ~ 14.17 Reply

KFC ini entah kenapa di Eropa tidak begitu banyak. lebih banyak McD.

yang paling saya ingat dari KFC zaman dulu adalah, kalo makan di restonya, pake piring dengan logo khasnya. sekarang, hanya berwadah kertas demi alasan kepraktisan.

oiya, KFC “enak” di Eropa menurut pengalaman saya: KFC Ceko dan Spanyol.

Pemilik Blog Minggu 22 Februari 2026 ~ 16.25 Reply

Oh gitu ya? KFC beda negara beda rasa. Tapi Mcd Jerman apa bikin ayam goreng di Indonesia?

Warm Minggu 22 Februari 2026 ~ 05.29 Reply

KFC di sini berdasar pernyataan mereka memang tak mendukung zionis, tp nyatanya jaringannya memberi dukungan pada Israel. Jd begitulah, saya sendiri sdh lama tak ke situ lg, banyak alternatif lain juga sekarang, paman hehe

Kalo soal MBG sih wes, proyek gede yg manfaatin duit negara tanpa ampun itu memang nyebahi tenin 😮‍💨

Pemilik Blog Minggu 22 Februari 2026 ~ 09.29 Reply

Selemah-lemahnya konsumen, kalo memungkinkan, adalah memboikot secara individual.
Tahun 1990 saya gak mau beli Trebor karena pabriknya mencemari Sungai di Tangerang.
Akhir 1990-an sampai awal dasawarsa 2000-an saya gak beli Nike karena dia terlibat child labor.

Gagah? Karena saya gak tahu produsen lain gimana, ada yang brengsek apa gak 🙈 🫣 🫣 🫣

Tinggalkan Balasan