Saya belum dapat memastikan apakah pintu keluar tol yang kemarin heboh, karena ulah Pak Ogah mengangkat rantai, itu sama dengan lokasi dan kejadian yang foto pekan lalu.
Semua berita menyebut lokasi praktik Pak Ogah itu di Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakbar. Saya hanya menyebutnya di Duri Kosambi, padahal itu di Kecamatan Cengkareng juga.
Saya tak akrab dengan kawasan di situ, sementara pikiran dan komunikasi ponsel saya dalam taksi sibuk dengan urusan ICU di RS Hermina Daan Mogot yang menjadi tujuan saya. Foto peristiwa itu, Senin pagi, 5 Januari 2026, sudah saya hapus padahal di sana ada geotag.
Intinya? Saya tak percaya penertiban akan terus berlangsung. Nanti akan terulang lagi. Yang akan berlangsung adalah kucing-kucingan dengan polisi.
Hanya mobil pencari masalah yang memanfaatkan dashcam di eksit tol macam itu, di mana pun, untuk merekam aksi Pak Ogah membantu dirinya melanggar hukum. Kecuali si pengendara mobil punya alasan kuat demi investigasi dan pengungkapan pelanggaran hukum.


