JPO menjelang pergantian tahun

Jembatan penyeberangan nan sepi tetap memiliki kehidupan justru di luar peruntukan.

▒ Lama baca < 1 menit
JPO di atas jalan tol JORR, Jatiwarna, Kobek, malam hari — Blogombal.com
JPO Jatiwarna sebelum ada motor melintas.

Jembatan penyeberangan orang di atas jalan tol JORR, pada ruas setelah eksit Jatiwarna ke arah Jatiasih, itu semakin gelap. Hanya mengandalkan lampu tiang pada pembatas lajur tol di bawah.

Setiap kali sampai sana saat jalan kaki senja atau malam saya teringat penodong dan korbannya bergelut, lalu keduanya melanggar pagar JPO, jatuh ke bawah, keduanya tewas.

Kenapa korban ada di lokasi malam hari? Berpacaran. Motor dinaiki memanjat tanjakan di tengah tangga JPO. Penodong menyasar pasangan yang hanya berdua, tak ada pasangan lain.

JPO sebelumnya, di titik lain, juga menjadi lover’s lane. Saya pernah memotretnya dengan kamera saku, malam hari, belasan tahun lalu.

JPO di atas jalan tol JORR, Jatiwarna, Kobek, malam hari — Blogombal.com
JPO Jatiwarna setelah ada motor melintas.

Ingatan tentang penodong dan korban tadi malam di JPO, sekira pukul tujuh kurang seperempat, mendadak tersibak oleh kelegaan karena ada motor naik untuk memintas jarak.

Kenapa saya lega? Tadi malam terbersit rasa takut. Dalam usia sekarang, dengan kondisi fisik tak bagus, termasuk vertigo yang bikin badan gampang oleng, mana agak pincang pula, di tempat gelap itu saya tak berdaya jika bersua penjahat. Maksud saya, dulu saja saya akan keok apalagi sekarang.

JPO di atas jalan tol JORR, Jatiwarna, Kobek, malam hari — Blogombal.com

Dari atas JPO saya amati lalu lintas di bawah. Arus dari arah Jakarta lebih ramai daripada dari Bekasi ke Ibu Kota — ya, ibu kota belum pindah, sehingga sebutan artis ibu kota masih gagah. Jalan pengapit jalan tol dari arah Jakarta juga masih merambat.

JPO di atas jalan tol JORR, Jatiwarna, Kobek, malam hari — Blogombal.com
Meski bernama jembatan penyeberangan orang, banyak pemotor lewat sana untuk memintas jarak. Ada yang memboncengkan anak tanpa helm.

Kemarin, 30 Desember 2025, banyak pekerja masih masuk kerja. Tak semua kantor membuat libur resmi akhir tahun. Yang ada hanyalah cuti bersama, yang saya sebut cuti paksa, setelah pemerintah pada era Megawati menerapkan cuti bersama untuk ASN.

Lalu bagaimana kondisi jalan tol dilihat dari JPO menjelang Lebaran? Saya belum pernah memotretnya karena saya malas berjalan kaki ke sana. Saya tak menyukai jalan kaki saat jalanan bahkan gang di kampung ramai kendaraan. Itulah sebabnya saya kerap berangkat jalan kaki menjelang atau pas azan magrib.

JPO di atas jalan tol JORR, Jatiwarna, Kobek, malam hari — Blogombal.com
Dengan maupun tanpa larangan di JPO, warga tetap semaunya di sana.

Pernah saya ditegur seseorang yang tak saya kenal, pada tikungan menuju musala, dengan tanya, “Jam segini kenapa Bapak nggak salat, malah jalan-jalan?”

JPO di atas jalan tol JORR, Jatiwarna, Kobek, malam hari — Blogombal.com
Seperti halnya jalan layang dan jalan sepi lainnya, JPO menjadi tempat berpacaran di atas motor dengan memunggungi pelintas. Ruang publik belum memadai.

2 Comments

mpokb Rabu 31 Desember 2025 ~ 22.18 Reply

Percuma ada larangan motor naik JPO, yak? Belum pernah dengar ada pelanggar yg dikenai sanksi.

Btw usil banget itu penegur, Bang Paman.. 😑

Pemilik Blog Rabu 31 Desember 2025 ~ 22.56 Reply

Bukan usil. Niatnya kan baik, mengingatkan orang lain yang dia sangka sekaum. 🙏😇

Tinggalkan Balasan