Jadi, fufufafa itu apa eh siapa?

Mengarahkan fufufafa ke subjek yang jelas adalah tindakan subversif. Maka biarlah jadi enigma.

▒ Lama baca < 1 menit

Pertanyaan tetap menjadi pertanyaan. Jawaban yang mengarah benar bisa menjadi subversif. Oh, alangkah arkais istilah subversif. Pada era gelap Harto kata ini menjadi mantra pemberangus kebebasan bahkan kehidupan.

Maka biarlah fufufafa menjadi teka-teki tak tuntas namun orang tahu masalahnya.

Jika menyangkut tipu menipu, hal yang paling mengesalkan bagi korban adalah dicemooh, sudah tahu begitu kok masih percaya bahkan mendukung hulu masalah fufufafa. Sudah jadi korban, masih disalahkan, bahkan ditertawakan pula. Kecut pahit.

Jayalah Slank dan Fufufafa yeahhhh — Blogombal.com

Bagi korban juga ada adukan rasa malu, kesal, dan getun. Salah satu jurus pelipur lara adalah bergumam menjelang tidur dan saat bangun tidur: tak soal, banyak teman senasib.

Jayalah Slank dan Fufufafa yeahhhh — Blogombal.com

Ada juga jurus lain, berkata kepada diri sendiri ah sudahlah, namanya juga kehidupan, selalu ada tipuan, tetapi untuk seterusnya dia takkan berurusan dengan hal besar yang menyangkut negeri dan bangsa karena jera. Misalnya membuat lagu campursari, orang macam itu memberi judul “Mberuh, Pèk’ên Kabèh Endonesah!”.

Artinya: Auk ah, makan tuh seluruh Indonesia!

Sebagai pelengkap dengarkanlah lagu “Kuda Lumping” dari Swami (1991). Para penipu berkeliaran / Makan tanah memperkosa fakta / Saling menipu sesama penipu / Tidak menipu jadinya tertipu

4 Comments

Junianto Rabu 31 Desember 2025 ~ 11.27 Reply

Yah, memang begitulah bapaknya Fufufafa.

Pemilik Blog Rabu 31 Desember 2025 ~ 13.52 Reply

Yah akhirnya lawan benci tapi rindu dia juga memanfaatkan, ikut main, obok-obak ormas gede, tapi saya berharap akan teratasi karena para sesepuh turun tangan untuk islah demi umat.

Junianto Selasa 30 Desember 2025 ~ 20.54 Reply

Yang bikin heran, banyak pemuja bapaknya Fufufafa belakangan tidak suka dengan Pak Endhas Sawit karena dianggap tidak cakap dan sebagainya, tapi tidak pernah menyalahkan bapaknya Fufufafa yang berperan besar menaikkan Pak Endhas Sawit.

Eh, apa itu tadi, bapaknya Fufufafa? Siapa dia? Siapa Fufufafa?

Pemilik Blog Rabu 31 Desember 2025 ~ 10.10 Reply

Itulah komedi Indonesia. Sebagian pemuja Mulyono memang berseberangan dengan Pak Endhas Sawit, tapi karena alasan pragmatis milih seberang karena faktor fufufafa. Tentu mereka selalu anggap Mulyono bener.

BTW gonjang-ganjing tambang batu bara bekas milik Bakrie yang ada di tangan sebuah ormas keagamaan besar tak lepas dari faktor Mulyono. Tega ngobrak-abrik apa pun demi 2029.

Ada juga sih yang berpendapat karena terlalu banyak aktor luar oportunis ikut main untuk merusak skenario. Lalu pemuka organisasi diadu domba, dengan target jangka pendek menyingkirkan ketum.

Tinggalkan Balasan