Rusa Natal dan rusa DPR: Lebih mahal siapa?

Anggaran rusa parlemen tahun ini Rp1,9 miliar dari pagu Rp3,1 miliar. Standar wakil rakyat itu mewah, Bung.

▒ Lama baca 2 menit

Rusa Natal dan Rusa DPR: Lebih mahal mana? — Blogombal.com

Salah satu ornamen dalam hiasan Natal adalah rusa. Tepatnya rusa kutub. Padahal di Palestina, saat Yesus dulu lahir, tak ada rusa kutub menghela kereta salju. Sinterklas membawa hadiah juga tak ada, hal yang terkisahkan dalam Injil adalah tiga orang majusi yang membawa persembahan.

Rusa Natal dan Rusa DPR: Lebih mahal mana? — Blogombal.com

Lalu soal rusa, apa bedanya dengan kijang, yang dalam bahasa Jawa disebut kidang dan menjangan? Dulu banget sebelum era internet, saya menanya atasan saya, Rudy Badil, yang oleh anak buah cukup dipanggil Badil, tanpa Mas atau Bang apalagi Pak, padahal dia jauh lebih tua dari kami. Saya tanya, “Dil, logo Toyota Kujang itu kijang atau rusa sih? Emang bedanya apa?”

Rusa Natal dan Rusa DPR: Lebih mahal mana? — Blogombal.com

Badil, salah satu sesepuh Mapala UI, yang juga pendiri Warkop, tertawa, “Elu emang suka kurang kerjaan, merhatiin urusan nggak penting.” Namun dia dapat menjelaskan seperti yang diperikan National Geographic Indonesia puluhan tahun kemudian. Badil bahkan hafal nama Latin sejumlah flora dan fauna. Wajah Badil dan saya ada dalam halaman depan buku pertama Panji Koming karya Dwi Koen.

Tetapi setelah membaca Natgeo saya lupa lagi, karena kadung membayangkan kidang tanpa tanduk (ranggah) dan menjangan bertanduk banyak cabang.

Rusa Natal dan Rusa DPR: Lebih mahal mana? — Blogombal.com

Ahad lalu Kompas Minggu (21/12/2025) menaikkan — bukan menurunkan — berita tentang rusa totol (Axis axis) piaraan di Kompleks Parlemen. Judulnya “Miliaran Rupiah Perawatan Rusa DPR“. Adapun intro laporan itu bertutur:

Jika dibandingkan dengan sejumlah penangkaran, biaya pemeliharaan rusa di Kompleks MPR/DPR/DPD di Jakarta terbilang tinggi. Tahun 2025 saja, anggarannya mencapai Rp 1,96 miliar dari pagu Rp 3,1 miliar.

Ada 163 ekor rusa totol di halaman samping Kompleks Parlemen. Jumlah mula-mula rusa yang didatangkan dari Kebun Binatang Ragunan (Jakarta), KB Gembira Loka (Yogyakarta), dan KB Bandung, pada 1983 itu sepuluh ekor, sebagai sumbangan Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI).

Rusa Natal dan Rusa DPR: Lebih mahal mana? — Blogombal.com

Leluhur rusa totol itu dari India. Generasi pertama mereka sebagai emigran maupun imigran didatangkan secara paksa oleh Thomas Stanford Raffles, untuk Kebun Raya Bogor.

Kompas mengutip data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DPR: tahun 2025 jasa pemeliharaan rusa, perawatan media taman, hingga biaya pakan mencapai Rp1,96 miliar dari pagu Rp3,1 miliar.

Kemudian, untuk tahun 2026, perusahaan yang untuk sementara memenangi paket jasa serupa menawarkan harga Rp3,2 miliar dari pagu Rp5,7 miliar. Saat ini, proses lelang tengah memasuki masa sanggah.

Pakan rusa wakil rakyat itu adalah wortel, ubi ungu, dan aneka sayuran. Dalam sekali makan mereka butuh 50 kg pakan. Sehari mereka makan tiga kali. Ada 13 pekerja yang mengurusi mereka.

Menurut Sekjen DPR Indra Iskandar, anggaran pemeliharaan rusa mencakup honor dokter hewan, tenaga perawat, hingga harga pakan dan perlengkapan pendukung,

Kompas juga membandingkan biaya makan rusa totol di tempat lain.

  • Di The Joglo Garden Resto, Bekasi, yang memiliki sekitar 100 ekor rusa, anggaran makan rusa sekitar Rp25 juta per bulan. Dalam setahun sekitar Rp 300 juta, sudah termasuk perawatan kesehatan
  • Di Taman Rusa Sekupang, Batam, biaya tahunan untuk memelihara lebih dari 100 rusa Rp500 juta – Rp700 juta. Angka itu sudah mencakup pakan rumput dan tenaga kerja, dengan sebagian biaya ditutup dari penjualan tiket masuk seharga Rp5.000 per orang dewasa
  • Di Wisata Rusa Tanjungsari, Bogor, ada sekitar 200 ekor rusa, dengan anggaran Rp1 miliar – Rp1,5 miliar per tahun. Pengelola mengandalkan dukungan swasta dan pengunjung, bukan sepenuhnya dari anggaran negara

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, patokan umum pemeliharaan rusa totol di kebun binatang Indonesia adalah Rp3 juta – Rp5 juta per ekor/tahun. Biaya itu sudah mencakup pakan, suplemen, dan perawatan medis. Maka, untuk 100 ekor rusa, total anggaran umumnya berkisar Rp300 juta – Rp500 juta per tahun.

Jika Anda bertanya kenapa biaya perawatan rusa di DPR lebih mahal, maka jawaban saya adalah standar DPR itu berbeda, selalu tinggi, padahal rusa di sana bukan wakil kaumnya. Oh, rusa totol dan legislator totol. Tak ada typo error di sini. Cuma slaha tekik.

4 Comments

mpokb Kamis 25 Desember 2025 ~ 13.05 Reply

Lha.. Baru tahu di kompleks gedung DPR ada rusa. Kenapa bukan kambing, harimau, atau badak?

Pemilik Blog Kamis 25 Desember 2025 ~ 20.36 Reply

Harimau di luar gedung. Kobra di kolong-kolong meja kerja dan meja sidang.

warm Rabu 24 Desember 2025 ~ 21.09 Reply

emang totol sih, paman

Pemilik Blog Rabu 24 Desember 2025 ~ 21.21 Reply

Dan tuan-tuan serta puan-puan legislator bisa berkilah, itu urusan setjen, bukan urusan dewan. Hidup totol!

Tinggalkan Balasan