Maneken malam hari bikin kaget

Maneken bugil tak kita anggap cabul. Biasa saja. Kenapa istilah peragawati terasa jadul?

▒ Lama baca < 1 menit

Maneken malam hari di Chandra Baru bikin kaget — Blogombal.com

Sepersekian detik saya kaget. Hanya gara-gara sepasang maneken putih separuh badan atas di depan pintu gerbang sebuah rumah, malam hari pula. Lalu dalam hati saya mentertawai diri sambil meneruskan langkah menyusuri jalan remang-remang becek sehabis hujan.

Arsip posting tentang maneken — Blogombal.com

Beberapa kali saya memotret maneken yang saya jumpai. Salah satunya maneken bekas pakai di sebuah rumah, lalu Snydes berkomentar, “dan bisa nakutin orang lewat pas malam 😀”.

Arsip posting tentang maneken — Blogombal.com

Maneken, sebagai istilah baku, dan bukan manekin, kita serap dari bahasa Inggris yang mencomot dari bahasa Prancis: mannequin. Adapun bahasa Parangakik menyerapnya dari bahasa Belanda, yakni manikin, sebelumnya adalah manneken, dari mannikijn, artinya orang-orangan (pria) kecil.

Arsip posting tentang maneken — Blogombal.com

Dalam perjalanan waktu, maneken juga berarti peragawati. Dalam bahasa Indonesia, menurut kesan saya, kini lebih lazim sebutan model. Peragawati dianggap jadul.

Tentang foto maneken, ada satu yang saya anggap karya terbaik saya, yakni maneken di trotoar Tanahabang, depan kios 69, saya jepret dari mobil. Itu foto terbagus dari semua bidikan saya di blog ini. Bagi orang lain entahlah.

Maneken telanjang kios 69 di Tanahabang  — Blogombal.com

Tinggalkan Balasan