Ndhas wedhus di warung sate

Kenapa kepala si kambing tak menunduk? Entahlah apakah warung sengsu memajang patung anjing.

▒ Lama baca < 1 menit

Kepala kambing sate Barokah Pak Agus, Jalan Raya Hankam, Jatimelati, Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Patung ukiran dari kayu jati yang berkalung genta sapi ini menampakkan kepala kambing yang tegak, belum mendongak penuh, pada ujung palang pikulan yang menjadi dekorasi warung sate.

Saya sebut dekorasi karena bukan pikulan beneran, lagi pula mana ada kini penjual sate keliling dengan pikulan. Demikian pula dengan penjual soto, bakso, dan dawet. Ya, pada mulanya bakso dijajakan dengan pikulan, baru kemudian gerobak dorong, dan akhirnya dengan sepeda genjot dan sepeda motor.

Misalnya si êndhas wêdhus — ya, dalam bahasa Jawa sebutan êndhas, disingkat ndhas, artinya kepala, hanya untuk hewan — itu menunduk mungkin tampak kurang gagah. Begitukah? Belum tentu.

Kepala menunduk bagi kambing bisa berarti akan menyeruduk, tergantung bagaimana kuda-kudanya. Cermin lemari di rumah simbah saya di Cepiring, Kendal, Jateng, pernah hancur diseruduk kambing yang masuk rumah. Dia mundur, kembarannya di kaca juga mundur. Dia maju setapak, kambing di cermin juga maju. Akhirnya si embèk mengambil ancang-ancang….

Saya tak tahu apakah bagi para pelintas kepala kambing ini dikenali sebagai penanda warung sate. Saya juga tak tahu apakah para pengudap peduli. Namun saya membatin apakah penjual sate kelinci juga memasang patung kelinci. Di Citos, Jaksel, dulu ada kedai ayam masakan Portugis. Di sana ada patung ayam.

Hedi Novianto belasan tahun lalu dalam komentar di blog saya mengutip orang asing, bahwa warung ayam goreng, bebek goreng, dan pecel lele serta hidangan laut di senang memasang gambar ayam dan ikan dalam spanduk tenda. Gambarnya diusahakan realistis, bukan hasil stilisasi ornamental.

Saya tak tahu apakah warung penjual hidangan daging anjing memasang gambar maupun patung anjing. Kalau warung hidangan berbahan kobra biasanya memasang gambar ular sendok. Kaum vegetarian pasti iba. Untuk warung masakan daging waung, para penyayang guguk pasti sedih dan marah.

Tinggalkan Balasan