Doypack, si kantong tegak alias standing pouch

Camilan produk rumahan sampai tembakau tingwé menggunakan wadah ini. Kita terima apa adanya.

▒ Lama baca < 1 menit

Akhirnya kita terbiasa dengan kantong tegak atau standing pouch — Blogombal.com

Ini soal sepele. Tak penting. Tetapi saya memang kerap membuang waktu memikirkan hal-hal remeh bin cemeh. Sambil mengunyah kacang telor, lebih gurih jika kita tak menyebutnya kacang telur, saya membatin sejak kapan UMKM akrab dengan kantong tegak atau standing pouch? Istilah yang lebih lumrah di luar adalah stand-up pouch.

Untuk camilan impor, atau dari pabrik lokal yang besar, kita sudah lama tahu kantong ini. Tetapi untuk industri rumah tangga, saya rasa baru sepuluh tahun terakhir marak. Tolong Anda koreksi jika saya salah. Kacang telor, mustofa, sampai tembakau tingwé menggunakan wadah ini.

Akhirnya kita terbiasa dengan kantong tegak atau standing pouch — Blogombal.com

Saya menduga karena pemain aneka bentuk kemasan makin banyak, mesin dari Cina lebih murah, dan lokapasar serta media sosial menjadi etalase produk berkemasan keren antara lain karena dukungan jasa cetak digital, maka kantong tegak kian lumrah. Tambah lagi untuk lokapasar: banyak penjual aneka kemasan termasuk doypack.

Doypack dengan D kapital berarti merek, seperti Styrofoam dan Bluetooth yang berawalan huruf besar. Sedangkan doypack, oleh banyak penutur bahasa di Barat, dianggap sebagai nama barang, nama lain dari stand-up pouch. Ihwal riwayat doypack, sila tengok laman Impak Corporation.

Tawaran kantong tegak atau standing pouch di Tokopedia — Blogombal.com

Wikipedia berbahasa Inggris menulis doypack dengan huruf kecil dalam lema stand-up pouch. Sejumlah kamus bahasa Inggris belum menyerap doypack, misalnya Merriem-Webster dan Oxford, namun Collins masih mempertimbangkan dengan mengamati doypack dari usulan pada 2013.

Menunggu kata doypack alias stand-up pouch masuk kamus — Blogombal.com

Tinggalkan Balasan