Lha di Kementerian Agama kok ada korupsi

Korupsi adalah penyakit nasional, tapi pelaku merasa dirinya maupun Indonesia itu sehat.

▒ Lama baca < 1 menit

Apakah Anda yakin praktik koruptif bisa tamat? — Blogombal.com

“Bangsa ini sudah parah. Mosok di kamenterian yang mengurusi agama kok ada korupsi. Piyé, Pak Kam?” tanya Jimi Gudel.

“Dari dulu emang gitu,” sahut Kamso menyeruput wedang jahe.

“Di Kementerian Pendidikan juga ada. Apa itu bisa disebut mendidik, Pak?”

“Buat mereka nggak soal. Kamu aja yang anggap itu masalah, Jim.”

“Lalu di mana dong masalahnya, Pak?”

“Masalahnya bukan di agama maupun nilai-nilai pendidikan akhlak. Masalahnya tuh karena menyangkut birokrasi. Siapa pun presidennya. Bahkan anak buah mereka juga korup dan menyalahgunakan kekuasaan dalam macem-macem bentuk. Kalau ada urusan uang, banyak yang ingin dapat bagian padahal udah digaji.”

“Jadi kebetulan aja kalo instansinya ngurusin agama dan pendidikan? Nggak beda ama bidang lain, kalo ada kesempatan ya sabet, gitu? Payah.”

“Lha emang gitu kulturnya, Jim. Di kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman juga terjadi. Mbathi atau ambil untung itu biasa. Bikin persenan yang mereka tentukan sendiri. Di swasta juga bisa terjadi. Ada kickback. Yang penting kuitansi atau faktur jelas. Soal biaya katering aja bisa dimainin. Gitu juga pesen tiket perjalanan oleh staf, terutama dulu sebelum ada layanan online. Hanya kalo lagi apes, dan kurang cerdas, bisa keblusuk. Misalnya sopir yang kasih bon pembelian bensin padahal mobil kantor itu diesel.”

“Bisa sembuh nggak, Pak?”

“Mereka nggak merasa sakit gimana pengin sembuh? Di kantor yang kultur kerjanya koruptif, mereka yang lempeng bisa dipersulit bahkan sampe ke karier. Saat pegawai jujur kesulitan uang, misalnya ada keluarga yang sakit, nikahin anak, bayar sekolah, atau perbaiki rumah yang sering kebanjiran, malah dicemooh, ‘Makanya jadi orang jangan sok suci. Yang realistis aja. Banyak temennya.ʼ”

2 Comments

Rudy Senin 15 September 2025 ~ 11.45 Reply

Sungguh absurd republik ini. Segala hal yang seharusnya bertolak belakang dengan realita.

Pemilik Blog Senin 15 September 2025 ~ 13.22 Reply

Itulah Endonesah. Bikin sedih dan pesimistis. Korupsi membuat banyak urusan dikompromikan. Padahal hasilnya merugikan semua pihak. Alias ekonomi biaya tinggi. Mengkhianati cita-cita proklamasi.

Tinggalkan Balasan