Mari mengairi jalan

Mata pemilik rumah mestinya bisa belanja ide soal drainase.

▒ Lama baca < 1 menit

Banyak orang senang membuang air cuci mobil ke jalan — Blogombal.com

Begitu berbelok, langkah saya tadi terhadang genangan dangkal air buangan dari carport sebuah rumah yang sedang mencuci Mercedes-Benz C200. Repot juga karena saya bersepatu sandal.

Saya kerepotan mencari tempat menapak yang kering. Ada sih tetapi itu kanstin yang menjadi batas got dan jalan beton. Ada risiko terpeleset, dalam temaram pula.

Banyak orang senang membuang air cuci mobil ke jalan — Blogombal.com

Bagi pengendara motor apalagi mobil, air buangan cuci mobil itu bukan masalah. Tetapi bagi pejalan kaki hal itu mengganggu. Sebenarnya ada cara sederhana agar air dari carport tak sampai ke jalan, yaitu dengan membuat parit. Seorang tukang bangunan bilang, kalau tuan rumah tidak memerintahkan, dia tak akan membuatnya, bahkan mengusulkan pun tidak.

Menurut saya, tukang yang baik itu banyak pengalaman dan selalu punya contoh rujukan, sehingga mestinya bisa mengusulkan. Pemilik rumah yang telaten mestinya sering berbelanja ide melalui mata di jalan yang dia lalui. Di media sosial juga ada contoh.

Menambahkan parit di depan carport agar tak membasahi jalan — Blogombal.com

2 Comments

Ndik Rabu 25 Juni 2025 ~ 20.50 Reply

Saya Ini tukang yg hampir selalu gagal dengan kegiatan momong residential. Tak Lebih Dari idealisme yg terbentur dengan yg kemauan customer. Senior pernah bilang kami harus mengedukasi klien. Ya, Kita Coba.

Patah Hati Kita itu saat upaya edukasi berhasil namun entah Karena wangsit Dari mana, si empunya berubah Lagi, belum Lagi malah bikin tukaran si suami Dan istri Karena ego dan berakhir malah maido ketika nggak bisa dituruti mergo budgetnya kurang.

Tak seperti itu juga, ngladeni mereka yg sedang tumbuh (Sejak bujang) Dan yg sugih pol sisan Lebih mudah Dari market yg tersedia luas. Mereka biasanya Lebih memiliki common sense yg Lebih bagus untuk kedepannya Dan tidak ada disrupsi pendapat, Jadi Kita bisa jual idealisme, Dan mereka bisa menuntut garansi atas buah pikir Kita.

Patah Hati infrastructure pernah juga, ketika Jalan pavingblock yg bagus (ya memang bagus sudah hampir 20th umurnya) yang Sangat membantu peresapan air hujan ditimpa cor program betonisasi sekadar untuk pembangunan, penolakan rasionalpun dengan subtitusi pembangunan lain malah berkembang liar menjadi problem yg tak perlu. Mungkin bisa Jadi modal bikin buku how to waste your country budget.

Sak karepmulah itu cara yg paling efektif sebagaimana Kita tidak bisa please the other

Akhirnya Kita sendiri yg akan menjadi penentu Utama untuk lingkungan Kita sendiri, Kalau Kita get it done, tak ada riuh tepuk tangan juga, tapi Kalau abai Kita sendiri yg akan menciptakan sangsi sosial yg ada, dirasani tonggo itu sangsi sosial bukan?

Pemilik Blog Kamis 26 Juni 2025 ~ 00.23 Reply

Masalahnya adalah regulasi bangunan tak punya gigi. Demikian pula regulasi lainnya. Hidup Indonesia!

Tinggalkan Balasan