Semua anak suka ponsel, ortunya juga

Jangankan bocah, bapak dan ibunya, bahkan kakek dan neneknya pun kecanduan ponsel.

▒ Lama baca < 1 menit

masalah anak kecanduan ponsel, eh ortunya juga ding, begitu juga simbahnya — Blogombal.com

Seperempat jam lebih sejak saya tiba hingga berlalu dari penjual rujak dan lotis, bocah laki ini anteng. Tetap duduk di emper toko tutup di sebelah salon, kakinya tak berubah posisi, mulutnya tidak ngak-ngèk, sesekali dia menyedot minuman dari kantong plastik. Kepalanya tak menengok ke arah mana pun selain lekat ke layar ponsel.

Ketika saya dekati, dia tetap asyik bermain gim balapan entah apa. Kalau menurut Anda, apakah jarak matanya dengan ponsel, untuk anak seumur itu, terlalu dekat ataukah pas?

Di luar soal kesehatan mata, untuk urusan anak dan ponsel saya takkan membahas hal yang kerap dibahas psikolog dan neorosaintis.

masalah anak kecanduan ponsel, eh ortunya juga ding, begitu juga simbahnya — Blogombal.com

Saya hanya dapat mengatakan kalau ditanya soal itu tak dapat menjawab dengan memuaskan karena anak-anak saya sudah dewasa dan saya belum punya cucu. Situasi dan kondisi saat mereka mengenal ponsel berbeda dari hari ini.

Ayah dan ibu muda dari gerbong belakang generasi milenial serta gerbong depan generasi Z lebih dapat menjawab karena masa kecil mereka akrab dengan gawai dan gim. Mereka yang bergelut dengan e-sport juga lebih paham.

Menyangkut ponsel, semua orang butuh, suka, dan tergantung. Mereka itu termasuk anak dalam foto, orangtuanya, dan kakek neneknya. Ada yang saat makan selalu ditemani ponsel di dekat piring, bahkan saat makan tanpa sendok garpu, dan ada pula yang tidak.

Ada generasi tua, ya boomers, yang sering meletakkan ponsel jauh dari jangkauan, tetapi sebagian karena mulai menjadi pelupa. Ponsel mereka cari karena berdering dan baru ketemu setelah nada panggil telah membisu.


Tinggalkan Balasan