
Mulanya saya menyangka korek gas ini berjenama BIC karena tulisannya kecil, dan saya sedang tak berkacamata. Setelah saya amati ternyata mereknya Hard Rock. Gambarnya bukan orang pegang gitar elektrik, melainkan seorang penari.
Apa itu hard rock, kita tahu itu subgenre musik. Ada yang bilang, entah tepat atau tidak, itu sama dengan heavy rock. Yah, aliran musik bisa membingungkan. Progressive rock saja bisa bercabang lagi karena diramu dengan aliran lain. Ah embuh, pokoknya sebut saja musik.
Untuk hard rock bisa menjadi jenama Hard Rock, yang bermarkas di London, Inggris, bermula dari kafe, lalu merambah hotel, kasino, dan radio. Di Indonesia Hard Rock FM di Jakarta, Bandung, dan Bali sudah berganti nama The Rockin’ Life (RLF) FM. Tentu daftar putar stasiun tidak harus rock karena dalam industri rekaman ada “pop/rock” untuk memudahkan pengelompokam.
Lalu sekarang ada korek gas cap Hard Rock, namun jika menilik logo tampaknya tidak segrup dengan Hard Rock Cafe. Entahlah korek Hard Rock bikinan mana, mungkin Cina?
Tentang Hard Rock Cafe, jenama ini memang kuat sehingga kaus Hard Rock dengan nama kota seperti menjadi bukti pernah singgah. Memang sih bajakannya juga ada. Namanya juga gaya hidup.
Masalahnya apakah merek korek gas Hard Rock dikenal luas, memepet Tokai dan Cricket? Lantas kelak setelah perokok tembakau bakar menyedikit, apakah produksi korek batang dan korek gas, juga korek sumbu, akan berkurang?
