
Tawaran ini resmi dari Telkomsel, melalui aplikasi dan situs web. Isinya: ajakan melanggani info seleb via SMS, ongkosnya Rp2.220 per dua hari, untuk satu SMS. Hadiahnya iPhone 15. Kalau ada 4.500 pelanggan, pembelian ponsel cap apel yang Rp10 jutaan akan balik modal.

Maka saya pun berpikir, saat ini SMS tak menarik lagi kecuali untuk OTP dan konfirmasi layanan. Hampir semua pengguna ponsel memanfaatkan WhatsApp. Bahwa dalam SMS notifikasi ada tautan ke situs dan aplikasi, itu soal lain.
Selain itu saya tak tahu info seleb apa yang ditawarkan. Bukankah di situs berita info tersebut bertebaran, lagi pula banyak seleb punya akun media sosial, misalnya di Instagram? Hanya sebagian kecil yang mengunci akunnya.

Baiklah soal seleb kita abaikan saja. Ini yang ingin saya katakan: aplikasi MyTelkomsel itu membingungkan, terlalu banyak isi dan tawaran. Untuk memilih paket data saja bisa bingung karena banyak ragam, dan secara berkala berubah.
Hmmm… karena saya adalah generasi tuwèk, yang gagap dengan UX rumit? Boleh jadi. Urusan saya cuma pembayaran tagihan dan pembelian paket.
Dari 156 juta pelanggan Telkomsel, dengan pemanfaat 5G 4,7 juta pelanggan (tahun ini ditargetkan 12,8 juta ponsel; ¬ Liputan 6), saya andaikan paling banyak adalah dari generasi milenial, Z, sebagian Alfa (kelahiran 2010—2024). Kebutuhan mereka berbeda terutama dalam hiburan. Tontonan dan gim termasuk itu.
Saya baru tahu tahun ini bahwa di aplikasi MyTelkomsel ada pengaliran video gratis. Serial pula. Hampir semuanya tak menarik rasa ingin tahu saya. Hanya satu serial yang pernah saya ikuti komplet, yakni Madam Rose (Jose Purnomo, 2023). Saya menontonnya hanya melalui layar ponsel, tidak saya hubungkan ke TV karena TV saya patah kakinya, piksel mulai rusak.

Kalau poin berhadiah mobil, sepeda motor, dan ponsel? Kadang saya manfaatkan. Tetapi saya sering malas melakukannya karena hanya bisa satu per satu poin, tidak bisa sekaligus puluhan sampai ratusan poin secara borongan.
Pernah sih ada fitur penukaran banyak poin sekaligus, tetapi kemudian dihapus. Mungkin cara borongan hanya memperpendek durasi dan frekuensi kunjungan, tidak memperkaya trafik.

Lalu dari 156 juta pelanggan, berapa persen yang memasang aplikasi MyTelkomsel? Untuk ponsel Android tercatat sudah 100 juta+ kali diunduh. Untuk iOS entahlah. Lalu dari sekian pemasang aplikasi, berapa yang aktif saya juga tak tahu.

¬ Bukan tulisan berbayar maupun titipan

2 Comments
Saya menggunakan XL dan Telkomsel. Menurut hemat saya, UI dan UX dari aplikasi myXL jauh lebih enak untuk digunakan.
Terlepas XL saya adalah pascabayar, jarang sekali saya membuka aplikasi myXL untuk melakukan pembayaran tagihan. Semuanya dideduksi secara otomatis melalui kartu kredit dan diinformasikan melalui surel.
Aplikasi telko di ponsel tetaplah berguna, hitung-hitung sebagai cara untuk berjaga-jaga dari sesuatu yang tidak diinginkan.
Yah begitulah. Aplikasi Telkomsel pernah dikeluhkan di X karena membingungkan. 😂
Tetapi robot maupun CS gak bisa kasih solusi untuk reset PIN PDF tagihan. Akibatnya saya gak bisa lihat perincian di app.