Mengapa kucing suka tiduran di kolong mobil?

Seperti umumnya makhkuk hidup, kucing ogah kedinginan maupun kepanasan. Maunya yang pas, sedang-sedang saja.

▒ Lama baca 2 menit

Mengapa kucing suka tiduran di kolong mobil? — Blogombal.com

Jawaban untuk judul itu mudah. Kucing butuh ngadem. Tiduran, bermalas-malasan, karena tak ada teman mengobrol, tetapi kalau dipinjami ponsel dan salah pilih konten media sosial mungkin mereka akan stres, terutama untuk konten tentang centang perenang negeri ini — sekaligus dengki terhadap kucing presiden. Tidur siang berfaedah untuk menyimpan tenaga. Kucing juga butuh siesta.

Menurut sejumlah rujukan, suhu normal kucing 36,7° C – 39,2 C. Jauh di bawah itu, misalnya 7° C ke bawah, kucing di negeri belahan utara bumi akan kedinginan. Saya tak tahu berapa suhu dingin yang dapat ditoleransi kucing Indonesia. Selain itu mungkin tingkat kelembapan udara juga menentukan kenyamanan kucing.

Banyak informasi mengatakan, kucing senang tiduran di kolong kering mobil karena teduh sekaligus hangat. Ada juga opsi lain, tiduran di atas kap mesin. Selain itu juga tiduran di atas jok sepeda motor serta sofa di teras. Biasanya yang demikian itu kucing liar atau setengah liar, terutama malam hari. Untuk sofa saya juga mengalaminya.

Cuma setengah liar karena selalu ada warga yang hanya mau memberi makan, tetapi untuk tidur dan berak silakan memilih tetangga. Saya sudah mengalaminya — sebagai korban. Bukan kucingnya yang tak tahu adab melainkan si pemberi makan. Kalau sayang kucing mestinya membawa ke nakeswan untuk mensterilisasi karena kucing tak paham kontrasepsi.

Mengapa kucing suka tiduran di kolong mobil? — Blogombal.com

Saya memotret kucing di kolong mobil karena iseng saat berjalan kaki dalam cuaca panas tengah hari. Hal itu sering saya lihat namun belum pernah saya potret. Saya mendekat dan jongkok di dekat pantat mobil entah punya siapa itu, bukan di RW saya, si meong hanya diam.

Ada juga kucing kecil yang suka masuk ruang mesin mobil. Karena tak punya kucing, 19 tahun lalu saat akan ke dokter hewan membawa anjing, saya tak memeriksa kolong apalagi ruang mesin. Sekira satu kilometer perjalanan saya mendengar suara aneh. Terutama saat melewati gundukan polisi tidur.

View this post on Instagram

Saya berhenti, turun, berjongkok agak ndlosor, tak melihat keanehan dalam batas jelajah mata. Hari sudah sore. Saya lanjutkan perjalanan. Menjelang tiba di tempat praktik dokter hewan, suara di bagian bawah mobil menjadi jelas: suara mengeong anak kucing. Naluri anabul cilik ini bagus, dia segera tahu tempat yang tepat.

Sesampainya di tujuan, saya dan asisten dokter mengeluarkan anak kucing itu dari bagian bawah city car mungil tiga silinder dengan ground clearance rendah. Ternyata tak mudah. Namun akhirnya bisa.

Saya tak tahu dia bersembunyi di bagian mana selama perjalanan sekira empat kilometer. Kasihan juga. Walhasil dia saya jadikan oleh-oleh untuk Mbak Dokter Hewan. Saya pulang hanya membawa mini pinscher yang sudah divaksinasi. Tekkel di rumah sudah menanti.

Kucing minum air kotor di jalan — Blogombal.com
¬ Klik gambar untuk membaca arsip

Tinggalkan Balasan