Dalam dua hal saya membenarkan Febrie

Setelah hiruk pikuk kabar seputar Jampidsua Febrie Ardiansyah lalu apa? Rakyat butuh kejelasan.

▒ Lama baca < 1 menit

Jampidsus Febrie Adriansyah si bintang berita rasuah — Blogombal.com

Akhirnya yang saya harapkan dini hari tadi, saat saya menulis karena kancilan, itu terwujud, karena siangnya (Jumat, 10/7/2026) Jampidsus Febrie Adriansyah, si bintang berita pekan ini, berbicara kepada awak media. Ada sembilan poin, yang menarik bagi saya soal temuan harta di rumah Sentul.

Status Febrie masih jampidsus, belum dimintai keterangan oleh KPK maupun Polri, juga belum menjadi tersangka maupun buron. Jadi selama Rabu sampai Kamis malam dia di mana, meskipun misalnya wartawan media bertanya kepadanya, dia berhak merahasiakan. Bukankah dia masih merdeka? Dalam soal ini saya membenarkan Febrie.

Soal temuan harta, dia bilang:

“Supaya jelas, ada uang yang ditemukan di rumah Sentul itu ada yang punya, ada kegiatannya, ada orang-orang kegiatan itu bisa ditanya, ada bangunannya bisa nanti di cek. Tapi nanti tentunya ini tidak akan dijelaskan saat ini, namun akan dijelaskan satu proses acara yang benar.”

Ucapan Febrie yang saya benarkan adalah “[…] tidak akan dijelaskan saat ini, namun akan dijelaskan satu proses acara yang benar.” Jumpa pers tak mewajibkan keterangan macam itu karena masalah hukum Febrie berat, lagi pula dia belum berstatus apa pun menurut KUHAP. Menurut saya demikian, namun silakan Anda koreksi kalau saya salah.

Akan tetapi apapun status dia sampai hari ini, khalayak tetap berhak mempertanyakan Kesesuaian harta Febrie dengan gajinya sebagai jampidsus bahkan sepanjang kariernya selama bekerja di kejaksaan. Masyarakat juga berhak menyoal LHKPN dia.

Masalahnya bagaimana KPK dan Polri akan menangani Febrie, apapun gunjingan orang tentang kasus ini, antara lain jaksa versus polisi demi memperkuat posisi tawar. Hal sama juga berlaku untuk penegak hukum lain — polisi, jaksa, hakim, orang KPK, dan sektor lain — yang berlumur penyalahgunaan kekuasaan, yang di dalamnya juga menyangkut pencurian duit negara dan rasuah.

Pemerintah tidak bisa hanya mengatakan berkomitmen memberantas korupsi kalau tidak membersihkan aparat penegak hukum. Eh, bukannya itu secara politis berisiko tinggi bagi penguasa? Kita diskusikan lain kali. Termasuk sikap presiden dari waktu ke waktu terhadap korupsi dan koruptor, bahkan sejak menjadi capres.

Tinggalkan Balasan