Oleh-oleh dari warung jamu: Raja ranjang menghajar jahanam

Jamu paling laku adalah obat kuat untuk pria. Untuk wanita tidak ada karena mereka lebih berdaya.

▒ Lama baca 3 menit
Obat kuat di warung jamu Buyung Upik 2, Jalan Pasar Kecapi — Blogombal.com
¬ Hajar Jahanam termasuk obat kuat yang populer. Yang dimaksud jahanam pastilah bukan pasangan bercinta.

Setelah bilang minta jamu, saya berpikir dulu karena penjual jamu menanya jamu apa. Akhirnya saya bilang pokoknya yang bikin sehat, kebetulan senja itu saya datang dengan pakaian olahraga disertai handuk kecil. Mas Jamu langsung memilihkan jamu Sehat Pria yang bersanding dengan Sehat Wanita. “Cocoknya ini, Pak,” katanya.

Obat kuat di warung jamu Buyung Upik 2, Jalan Pasar Kecapi — Blogombal.com
¬ Raja Ranjang pasti berpasangan dengan ratu ranjang, namun jika orang di ranjang terus berarti sedang sakit, harus menjalani tirah baring ketat (strict bed rest). Jadi arti raja dan ratu ranjang itu apa?

Jamu yang saya pesan itu jamu biasa, tak ada sugesti langsung yang mengarah ke afrodisiak. Menurut produsen, cukup diminum dua sampai tiga hari sekali. Setelah jamu tersaji dalam gelas, namun tanpa disertai seloki air jeruk karena diganti minuman semacam vitamin C, saya baru sadar bahwa di hadapan saya ada kotak jamu Jakarta Bandung.

Obat kuat di warung jamu Buyung Upik 2, Jalan Pasar Kecapi — Blogombal.com
¬ Aneh juga mereknya: Jakarta Bandung. Setelah ada jalan tol, apalagi kereta cepat Whoos, durasi perjalanan antar-dua-kota itu lebih singkat. Apakah jamu berjenama anti-mainstream ini menyugestikan lekas sampai tersebab kasih tak sampai?

Oh, Jakarta Bandung. Bergambar bus. Hanya AKAP, antarkota antarprovinsi, tidak antarpulau. Saya membandingkan dengan PM Toh (Perusahaan Motor Transport Ondernemer Hasan, sejak 1957), bus dari Banda Aceh ke Jogja. Jauh. Lama. Apalagi sebelum ada jalan tol. Untuk menggiring pikiran ke durasi, bus antarpulau lebih meyakinkan.

Nama PM Toh yang legendaris diabadikan oleh penutur dongeng Agus Nur Amal, sehingga kadang namanya cukup disebut PM Toh. Agus bisa menirukan beraneka suara kendaraan, termasuk bus PM Toh. Ada yang menduga, dia dulu kerap naik PM Toh ke Jawa.

Obat kuat di warung jamu Buyung Upik 2, Jalan Pasar Kecapi — Blogombal.com
¬ Akar bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) dari Kalimantan berkhasiat mengobati sejumlah penyakit, termasuk menyembuhkan luka. Adapun buah dayak ayat bawang dayak (Eleutherine palmifolia) dapat mengontrol gula darah.

Merek jamu kuat umumnya mewakili alam pikir seputar seks, dengan unsur nama herbal (akar, daun, buah) dan satwa (kuda, singa, rusa, buaya, belut) yang diyakini berkhasiat. Saya ingat saat kuliah pernah terkilir, lalu mendatangi kios jamu dekat Pasar Demangan, Jalan Gejayan, Jogja. Saya lupa diracikkan unsur apa saja, dan ketika ditanya tacik penjual apakah butuh tambahan benda yang direndam dalam stoples, saya balik bertanya itu apa?

Obat kuat di warung jamu Buyung Upik 2, Jalan Pasar Kecapi — Blogombal.com
¬ Minyak ikan lindung juga dipercaya bikin kuat. Juga bikin licin seperti belut?

Tacik bilang, itu tangkur buaya. Saya bingung. Lalu dia jelaskan, “Itu t*t*t buaya direndam arak. Bikin kuat dan ngac*ng.” Buat apa siap siaga tetapi kaki bengkak dan pincang, untuk berjalan sakit banget harus rambatan. Akhirnya masalah kaki beres di gubuk tukang pijat, belakang SD BOPKRI Demangan, Kepuh, dengan papan nama “bengkel urat saraf”. Saya minum jamu kemudian ke tukang pijat karena setelah ditangani dokter saraf tetap menderita.

Obat kuat di warung jamu Buyung Upik 2, Jalan Pasar Kecapi — Blogombal.com
¬ Dalam pelbagai visualisasi Mesir, gambar yang sering muncul adalah piramida dan onta, bukan kuda. Lebih kuat siapa, onta atau kuda?

Unsur jenama jamu juga melibatkan ras, identitas geografis, dan kultur. Misalnya Dayak, Papua, Arab, Mesir, dan Afrika. Butuh diskusi sampai ndowèr untuk memastikan hubungan atribut itu dengan seksualitas. Kenapa tak ada Tibet, Alaska, Tahiti, dan entah apa lagi?

Obat kuat di warung jamu Buyung Upik 2, Jalan Pasar Kecapi — Blogombal.com
¬ Kasihan rusa kalau demi serbuk tanduknya maka tanduk diambil. Padahal bagi rusa, tanduk adalah alat pertahanan diri.
Obat kuat Hajar Jahanam — Blogombal.com
¬ Cewek penghajar pria jahanam. Klik gambar untuk membaca arsip.

Adakah merek jamu kuat yang aneh? Ada: Hajar Jahanam. Saya pertama kali dengar nama itu dari seorang periset data digital saat dia meledek seorang anak buah. Kebetulan setelah itu saya melihat iklan sebulan Hajar Jahanam dalam sebuah laman web. Lalu saya poskan di blog wagu ini. Saya tak tahu siapa pemilik sah jenama Hajar Jahanam karena ada lebih dari satu versi desain kemasan.

Obat kuat di warung jamu Buyung Upik 2, Jalan Pasar Kecapi — Blogombal.com
¬ Ada juga merek yang dalam gaya pemasaran produk farmakologis bercitra modern, misalnya Super Tonik dan Magic Maxx.

Saya membayangkan jamu Hajar Jahanam cocok untuk polisi dan penegak dark justice, akan efektif menekan tingkat kriminalitas. KPK dan Kejaksaan Agung juga memerlukan Hajar Jahanam untuk mencokok koruptor.

Obat kuat di warung jamu Buyung Upik 2, Jalan Pasar Kecapi — Blogombal.com
¬ Seorang tukang ojek membeli jamu untuk diri sendiri, bukan pesanan pengguna Gojek.

Lalu buat apa saya masuk warung jamu? Senja itu saat berjalan kaki saya harus menelepon seseorang secara khusus. Saya tak dapat melakukannya sambil berjalan, bahkan dengan earphone. Saat menyetir saya juga tidak dapat berhala-halo.

Kebetulan tempat yang sepi dan nyaman untuk duduk lalu berbicara via telepon adalah warung jamu. Lagi pula lebih murah daripada kedai kopi. Menurut si empunya warung, dagangannya yang paling laku adalah jamu kuat. Oh pantas, isi rak kaca dipenuhi jamu kuat. Ada juga sih minyak angin bergambar Agnezmo. Lihat foto keempat.

Obat kuat di warung jamu Buyung Upik 2, Jalan Pasar Kecapi — Blogombal.com
¬ Kuku pancanaka Bima adalah jempol yang dijepit telunjuk dan jari tengah, merupakan senjata maut, namun dalam pewayangan tak ada hubungannya dengan asmaragama.

Sepulang dari sana saya teringat pelesetan lagu “Suwé ora Jamu” di kalangan senior saya dulu. Suwé ora jamu / Jamu godhong tela / Suwé ora nganu / Nganu pisan ora suwé. Misalnya pelesetan lagu karya R.C. Hardjosubroto itu muncul enam-tujuh tahun lalu pasti dikomentari, “Huh, humor bapack-bapack grup WA.” Tak masalah, karena di warung itu ada jamu Greeng Jos Bapak. Lihat foto ketujuh.

Obat kuat di warung jamu Buyung Upik 2, Jalan Pasar Kecapi — Blogombal.com
¬ Saya pamit pulang, pemilik warung segera mengangkat gelas dan mampan yang tadi saya pakai.

One Comment

mpokb Senin 15 Juni 2026 ~ 14.19 Reply

Habis minum jamu rasanya gimana, Bang Paman? Semoga sehat selaluuu
Saya sesekali minum jamu Sido, klo bikin sendiri paling ya kunyit asem atau jahe. Untuk herbal lebih suka kaplet, krn gak pahit ehehe

Tinggalkan Balasan