
Apakah benar bahwa Dadan Hindayana dikorbankan dalam kemelut MBG, saya tidak tahu. Banyak tafsir dalam kasus ini. Misalnya Selasa pagi (2/6/2026) dia masih mendampingi presiden meninjau MBG di sebuah sekolah, malamnya istana mengumumkan pencopotan. Lalu esok harinya (Rabu, 3/6/2025) Dadan menjadi tersangka korupsi di Kejaksaan Agung.
Biarlah nanti dibuktikan di pengadilan ihwal niat jahat, memperkaya diri maupun orang lain, dan merugikan negara.
Kini publik mempertanyakan sangkaan yang sebenarnya sudah menjadi topik nasional sejak tahun lalu, namun baru kali ini Dadan dicokok? Seolah-olah dia dulu dilindungi, kemudian presiden melepehnya karena dia cuma bikin repot dan merusak citra pemerintah. Maka muncullah gosip soal tumbal. Batu sandungan harus dienyahkan.
Lalu ada orang bertaruh, setelah Dadan dan dua sejawatnya maka siapa lagi yang akan menjadi tumbal, tak hanya di BGN?

6 Comments
Ada ya pemimpin yang suka menjadikan anak buahnya bumper dan barking dogs. Anak buahnya mau aja pulak…? Hari demi hari selalu ada isu menghebohkan dan gempuran info silih berganti sampai rasanya mblenger…huhu.. Mungkin mblenger ini pun by design, entahlah 🙁
Yah gitulah. Yang penting kita sehat selalu lahir batin. Waras jiwa raga
Yang akan jadi tumbal lagi, anak mantan presiden itu, yang sering dikaitkan dengan Fufufafa?
Yang ini proses politiknya ribet. Lebih mudah gak dilibatkan dalam pengambilan keputusan, dan gak dikasih kerjaan, atau ditugaskan ke IKN, tinggal di sana, hanya ke Jakarta kalau dipanggil atasan
Setujuuuu!
Kok kayak cerita zaman lawas, untuk bikin jembatan ada tumbal, lèdhèk dikubur di tiang jembatan