Tunggulah sampai 2029

Kalau 2029 rakyat salah pilih lagi, untuk tokoh yang berbeda, dan caleg baru pula, tapi cetakannya sama?

▒ Lama baca < 1 menit

Pilpres 2029 jangan pilih dia lagi, siapa pun wapresnya — Blogombal.com

“Gimana Indonesia saat ini, menurut Opa?” tanya Willy Gajah kepada Opa Robi Semprot yang malam itu berulang tahun ke-93.

“Menyedihkan,” jawab Opa yang ingatannya masih bagus dan kuat membaca.

“Terus gimana dong?” sergah Tina Muter.

“Hidupku kan hampir tamat. Itu tanggung jawab kalian yang muda.”

“Emang Indonesia menyedihkan gimana, Opa?” tanya Hari Dongkrak.

“Kehidupan demokrasi, tata kelola negara, ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan masih banyak lagi.”

“Jadi, presiden harus gutbai?” tanya Tina.

“Tanya Kamso. Gimana, Kam?”

Kamso menahan tawa, “Nggak gampang soalnya parlemen dikuasai koalisi pro-Bowo. Belum lagi urusan ke MK lalu ke MPR. Mustahil. Bisa jadi ada konflik sipil dengan mengerahkan massa pendukung status quo yang dikendalikan bohir. Apalagi kalo misalnya militer dan polisi ikut main. Ujung-ujungnya rakyat kecil yang susah,” jawab Kamso.

“Berarti Oom Kam pendukung status quo, nggak doyan perubahan!” kata Willy.

“Mungkin. Makanya disabar-sabarin, tunggu sampe 2029, jangan milih dia lagi.”

“Selama rakyat banyak yang gampang ditipu, gampang lupa, demen euforia, bakal susah nih Oom…”

“Apa boleh buat.”

“Maaf kata nih Opa, kalo presiden berhalangan tetap, terus gimana?” tanya Hari.

“Tanya Kamso aja,” jawab Opa.

“Lha ya sesuai konstitusi, jabatan dioper wakilnya dong. Lalu dalam dua bulan dia ajukan dua calon wakil baru ke MPR buat dipilih. Kita harus taat konstitusi. Kamu lagi bayangin ada kudeta, kan? Kamu juga tahu siapa yang bisa lakukan kudeta padahal udah dimanja. Husss, jangan…”

“Tapi kalo rakyat nggak cocok sama si wakil yang naik jadi bos gimana dong, Oom?” tanya Tina.

“Lah kenapa dulu rakyat milih dua orang itu sebagai paket kombo nasi rames dan teh tawar? Kenapa juga milih anggota DPR yang kayak gitu? Udahlah tunggu sampe 2029.”

“Halah, Oom Kam sok konstitusional. Padahal undang-undang bisa ditelikung dan MK nggak bisa apa-apa. Hahahaha! Hidup status quo!”

“Kam,” Opa menyela, “kalo hasil Pemilu 2029 untuk presiden maupun DPR nanti hasilnya sama, cuma orangnya yang beda, apapun partainya, gimana?”

Tinggalkan Balasan