
Dari kejauhan, sekitar 100 meter, malam itu tampak ada garis biru cahaya tanpa kedip. Saya tak tahu itu apa. Setelah makin deket ternyata itu lampu LED yang diikat pada kotak bensin eceran. Seingat saya, baru dua kali saya menyusuri gang di area itu, jarak waktunya mungkin sepuluh tahun, sehingga saya tak hafal ada kotak berlampu biru.

Lalu apa menariknya lampu LED dalam selang, bukankah sudah biasa di mana-mana? Ya, betooollll. Lampu LED yang hemat energi membuat orang tak sayang bermain lampu. Ada yang memang fungsional, untuk penerangan, dan ada pula yang untuk dekorasi.
Saya tak tahu bagaimana rupa kotak untuk kerangkeng botol bensin ini pada siang hari. Sedangkan pada malam hari, bagi warga setempat maupun orang luar yang sering lewat sana, lampu biru ini bisa menjadi tetenger.

Meskipun listrik sudah menjangkau banyak rumah di perkotaan, ada saja gang yang sering gelap pada malam hari. Lihat saja latar belakang dalam foto lampu biru yang saya ceritakan. Ada saja orang yang pelit berbagi penerangan, termasuk di area yang berisi beberapa menteri dan pengusaha di Jaksel. Di Pondok Indah juga ada ruas jalan gelap karena diapit tembok pagar tanpa pintu, padahal lampu jalan terhalang pohon.
