Menit konsul di apotek

Apakah di setiap apotek ada apoteker, atau asistennya, yang bersiaga pada jam kerja?

▒ Lama baca < 1 menit

Layanan menit konsul di apotek Alpro — Blogombal.com

Menjelang senja mata saya terantuk tulisan “menit konsul” pada tas kertas cokelat dari apotek. Kata itu jarang dipasang untuk promosi apotek. Setahu saya begitu.

Kalau kata lain, untuk menunjukkan apa yang dimiliki apotek, tentu sudah lumrah. Bahkan untuk apoteker, saya lihat di sebuah apotek di mal ada meja untuk konsultasi dengan apoteker. Pernah saya foto dari luar kaca toko namun fotonya terhapus.

Menit konsul saya duga terjemahan untuk consultation minutes. Artinya waktu yang dokter, psikolog, dan apoteker sediakan untuk berkonsultasi. Biasanya durasinya terbatas. Untuk konsultasi ringan tak sampai sepuluh menit. Sedangkan untuk konsultasi mendalam bisa sampai setengah jam.

Saya tak tahu apakah semua apotek memiliki layanan menit konsul. Kalau papan nama apoteker pasti ada, juga ada dalam surat izin apotek. Tetapi apakah apoteker selalu bersiaga, demikian pula asistennya, saya tak tahu.

Kemarin siang saya ke sebuah apotek di tengah perkampungan di Cipayung, Jaktim. Apoteknya kecil, memanfaatkan kios sempit di sebelah minimarket, di dalamnya penuh kardus obat. Apotek tersebut komplet, saya beberapa kali memesan secara daring. Harganya bersahabat, bukan berseteru.

Memang sih saya tak menanya apakah apotekernya saat itu ada karena tak butuh berkonsultasi, lagi pula obatnya bukan untuk saya. Tentang apotek kecil tentu di kawasan Anda ada. Kadang mirip kios obat. Tinggal sebut, lalu dicek di komputer apakah stoknya masih. Tak perlu tunjukkan resep.

Waktu kecil hingga kuliah, saya terbiasa melihat ibu saya berkonsultasi lama dengan apoteker. Bukan di apotek melainkan di sebelah rumah. Bu Apoteker itu tetangga saya. Tentu apotek bukan di rumahnya, lagi pula bukan dia yang punya. Konsultasi berlangsung dengan berdiri, bertatap muka, disela oleh pagar tembok setinggi dada.

Eh, tiba-tiba saya teringat hal lain: hari gini apakah masih ada drug store di lantai dasar hotel? Eh, mestinya masih. Bisa saja tamu butuh plester luka sampai pembalut wanita — juga kondom dan pelumas. Kios kecil yang sudah lama lenyap dari hotel bagus adalah newsstand. Kini koran dan majalah adalah barang langka.

Tinggalkan Balasan