
Jika Anda menyoal tahun ini baru berjalan satu caturwulan, lantas kenapa blog ini punya Tokoh Indonesia 2026, saya punya tiga jawaban.
Pertama: ini seperti belanja, sudah BGN anggarkan tahun lalu. Adapun untuk uang yang belum atau batal dibelanjakan, BGN sudah menyerahkannya ke kas negara. Jadi, kalau pada akhir 2026 ternyata Dadan sudah tak menjadi berita lagi maka hal itu bukan masalah. Yang penting sudah dicatat di muka seperti booking hotel dan katering.
Kedua: saya tak punya data, namun saya menganggap pejabat yang sering dibicarakan oleh rakyat adalah Dadan. Belum tentu disebut secara langsung sih, melainkan dengan menyebut lembaganya (BGN) dan produknya (MBG). Teddy Indra Wijaya, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Dedi Mulyadi kalah. Bahkan presiden pun belum tentu setiap hari dibahas melebihi MBG dan BGN. Lho bukannya itu tanggung jawab presiden? Membahas bumper lebih aman daripada membahas sopir.
Ketiga: di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang sulit dan berat, Dadan selalu tersenyum. Artinya dia selalu optimistis. Hari esok pasti lebih cerah ketimbang hari ini. Bahwa ketika bangun pagi ternyata hari tak cerah, Dadan tetap tersenyum. Prinsip stiker angkot tetap berlaku: hari ini bayar, besok gratis. Hari esok adalah harapan.
Lalu setelah ketiga alasan tadi apa masalahnya? Ada pada masyarakat. Melihat Dadan selalu tersenyum, khalayak ramai maupun sepi tetap cemberut.
Mereka, masyarakat, eh rakyat, yang cemberut itu memang sulit kita pahami. Soal anggaran dan belanja sudah BGN jawab, dan perkara jumlah barang sudah dikoreksi, tetapi ada saja yang menyoal mengapa harga satuan setiap jenis barang segitu, juga mengapa mereknya harus itu.
Kalau soal EO? Halah, riwil. Itu juga sudah dijawab. BGN tak punya pegawai untuk urusan itu. Soal biaya, walah resepsi pernikahan sederhana saja pakai WO, kecuali cuma menikah di KUA dan kantor pencatatan sipil, tanpa resepsi, seperti zaman Covid-19 dulu. Resepsi nikah massal yang digelar pemda pun memakai WO/EO. Jelas?

6 Comments
Jelas!
Sudah dapat jelas eh gelas MBG? Dipun jêjêlakên kémawon 🙈
Karena saya jarang baca berita, apa lagi masalah politik, jadi penasaran siapa itu Dadan 🙂
Oh malah harus bersyukur Mbak Evi kalo gak tau apa dan siapa Dadan 👍👏😇
Baca berita hanya mengesalkan 🙏
Saya nunggu waktu senyum org itu hilang 😤
Sayang kalo senyumnya raib