
Dari sisi ide dan praktik, penggunaan botol plastik bekas wadah air minum, untuk penerangan dalam rumah pada siang hari, bukanlah hal baru.
Saya dulu banget tahu dari informasi entah di mana, tentang rumah-rumah perkampungan kumuh di Manila, Filipina, yang atapnya ditancapi botol atas inisiasi sebuah LSM.
Di Filipina atap rumah-rumah itu seng dan asbes. Nah, ide dan penerapan serupa, yang saya temukan di YouTube, rasanya aktual. Kenapa? Karena hal itu diterapkan untuk genting terakota. Tjotjok untuk gentengisasi.
Bukankah ada genting kaca untuk itu? Betul. Namun setahu saya kalau untuk langsung tempel harus ada kesesuaian ukuran genting terakota dan genting kaca. Kalau melihat contoh dalam video, repot juga cara melubangi genting dan menancapkan botol.
