Pohon ini sakit, tapi pikiran saya sampai ke MBG

Misalnya akan ada pejabat setingkat menteri yang mengurusi kesehatan pohon, Dadan BGN tjotjok.

▒ Lama baca < 1 menit

Pohon sakit di GKJ Pondokgede, Pondokmelati, Kobek — Blogombal.com

Secara sok tahu saya menilai pohon di halaman gereja ini tidak sehat bahkan sakit. Saya tak tahu ini pohon apa dan sakit terutama mulanya menyerang bagian tubuh yang mana. Tentu saya juga tak tahu apa nama penyakitnya.

Kenapa saya tak tahu apa-apa karena saya tak paham pohon. Ironis padahal sejak kecil saya melihat pohon. Saat bocah senang melibatkan pohon sebagai pengisi gambar.

Saya tak tahu misalnya di alam liar salah satu pohon mengalami sakit macam ini, apakah pohon dengan spesies yang sama juga akan tertulari, begitu pun pohon lain. Lalu kalau semua pohon yang sakit telah mati, apakah berarti punah karena tak ada anak yang meneruskan, tanpa intervensi manusia? Saya malas menanya AI supaya khayalan saya terus mengalir.

Pohon sakit di GKJ Pondokgede, Pondokmelati, Kobek — Blogombal.com

Saya teringat sejumlah pemkot melarang pemakuan pohon peneduh kota agar tak melukai pohon karena luka bisa mengakibatkan sakit lalu mati. Di Bangladesh ada Wahid Sardar yang mencabuti paku Pohon. Karena kabinet dan lembaga pemerintah menyukai organisasi tambun, tak perlukah ahli kesehatan pohon sebagai menteri atau yang setara?

Pemerintah patut menimbang Dadan Hindayana (59). Dia ahli serangga dan ahli proteksi tanaman yang terbukti bisa menyembuhkan pohon cemara udang Bowo di Hambalang. Penanganan pohon itulah membuat mereka dekat. Kini Dadan memimpin BGN yang mengurusi MBG.

Jangan melukai pohon! — Blogombal.com

One Comment

Zam Senin 23 Maret 2026 ~ 14.28 Reply

mikirin rakyat saja ngga becus, ini mikirin pohon.. 🫣

Tinggalkan Balasan