
Dari jauh tampak kantong plastik menggantung pada pucuk ranting pohon di atas badan jalan. Ketika saya dekati ternyata kantong itu kopong, tak berisi jambu. Sebelumnya saya berpikir, kalau ada MPV, SUV, dan mobil boks melintas, atapnya bisa menyampluk jambu. Tinggi selongsong itu sekepala saya.

Sudah lazim di kompleks perumahan, buah pohon terlalu rendah sehingga dapat mengganggu orang lewat. Bukan salah pohonnya kalau buah kelewat rendah. Namun saya penasaran, selongsong itu kosong karena jambunya jatuh, atau karena dipetik orang lewat, atau bahkan jatuh karena tersenggol mobil?

Apa pun penyebab kantong melompong, jika pemilik rumah tak tahu tentu tak dapat kita persalahkan. Tak mungkin pemilik mengawasi buah di luar rumah secara nonstop.
Eh, tetapi jambu lain di pohon itu masih telanjang, belum matang, tanpa plastik. Jangan-jangan selongsong dipasang agar terlihat mata, terutama pengemudi mobil. Selongsong macam ini saya jumpai pada buah mangga yang menggantung rendah di atas jalan, di situ dan sana.


2 Comments
Setahu saya buah dibungkus plastik biar nggak ditusuk lalat buah, Bang Paman. Kalau lalat buah mampir, bisa terus bertelur dan jadi ulat..
Betooollll sekali Mbak 😇
Tapi di pohon tersebut hanya sebutir jambu yang dibungkus 😇