Mural yang seperti sekadarnya

Menarik, pada tembok tinggi bagian luar kedai kopi ada wajah Mandela dan Gandhi. Sayang pesannya kurang terbaca.

▒ Lama baca < 1 menit

Mural kurang sip di tembok kopi Pikot, Kranggan, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Dari jauh mural pada dinding kedai kopi sudah tampak. Tetapi ketika saya makin dekat tak terbaca jelas apa pesan verbalnya. Tetap yang kentara adalah wajah Nelson Mandela (1918–2013) dan Mahatma Gandhi (1869–1948).

Sayang juga, tembok pada bangunan luar unit paling pojok di ruko Jalan Kranggan, Jatisampurna, Kobek, Jabar, itu kurang tertangani dengan baik. Padahal lokasinya strategis lho, sebelah gerbang sebuah kompleks perumahan, bisa menjadi tetenger (landmark).

Mural kurang sip di tembok kopi Pikot, Kranggan, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Menggarap mural untuk tembok setinggi itu, di sisi lantai dua dan lantai tiga, juga bukan hal mudah. Lebih dari itu, mural di properti sendiri yang tinggi lebih aman dari sisi gangguan vandalistis yang mengebomkan grafiti dan mural tandingan.

Tetapi saya tak tahu apakah pencantuman nama kedai pada mural akan mengundang pemkot untuk memungut pajak reklame. Mungkin juga bisa bebas pajak karena nama usaha melekat pada bangunan, tak seperti iklan operator seluler zaman dulu yang suka membuat mural promosional, termasuk di atap bangunan.

Mural kurang sip di tembok kopi Pikot, Kranggan, Kobek, Jabar — Blogombal.com

View this post on Instagram

Tinggalkan Balasan