
Bagi saya pilihan foto Kompas.id kemarin yang saya baca pagi ini (Kamis, 5/2/2026) aneh. Tidak pas dari sisi konteks, dan tidak estetis. Jika tanpa kapsi, pembaca akan bingung dua orang tak berwajah itu siapa. Tersebutkan dalam kapsi: “Menteri Luar Negeri 1999-2001 Alwi Shihab (kiri) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).” Lalu siapa orang di sebelahnya?
Foto tersebut adalah satu dari beberapa foto dalam laporan “Pilihan Bergabung ke Dewan Perdamaian Dianggap Realistis“. Saya berharap Kompas dalam foto Alwi itu tak ingin beraneh-aneh, melainkan tersebab kecelakaan teknis, misalnya pengekropan otomatis dalam CMS. Selera foto jurnalistik Kompas selama ini baik, bahkan laik puji.

Apakah foto orang, terutama tokoh, harus selalu menampakkan wajah utuh dan jelas? Tergantung konteks. Di dalam konteks ada soal ketepatan waktu (timeliness) dan bingkai laporan dalam arti ada foto lain yang menjelaskan latar cerita. Misalnya foto cawapres Muhaimin Iskandar tanpa wajah (Januari 2024).

Demikian pula foto Kapolri Listyo Sigit Prabowo hanya tampak bintang jenderal pada epolet baju (Oktober 2022).

Selain foto tadi ada juga wajah Menkeu Sri Mulyani hasil jepretan bertumpuk (Februari 2024).

Kembali ke foto Alwi tadi, dapatkah foto jurnalistik hanya menampilkan busana, tanpa wajah orang yang mengenakan? Bisa. Misalnya untuk laporan fesyen. Namun foto aneh tersebut bukan bagian dari laporan tentang busana. Misalnya pun untuk laporan tentang batik, penyertaan wajah Alwi sebagai tokoh justru menambah bobot warta.
—
¬ Pemutakhiran Jumat 6/2/2026 10.18: Kompas.id telah mengganti foto Alwi dengan foto vertikal, Kapsi ya lebih lengkap.


2 Comments
karena foto baju itu bukan foto alwi? 😀
Foto sudah diganti 😅