Jumat berkah dan sampah makanan Jakarta setinggi 14 x Monas

Banyak orang butuh makanan layak, namun kita banyak membuang makanan senilai Rp330,7 T.

▒ Lama baca < 1 menit

MBG Jumat berkah Klinik Djanti Medika, Jatimakmur, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Siang menjelang tengah hari, dua pekan lalu, sebelum saya sibuk berurusan dengan rumah sakit hingga Kalideres, Jakbar, sejauh 46 kilometer, saya lihat kerumunan di depan pintu gerbang samping sebuah klinik, dua kilometer dari rumah saya. Saya menanya juru parkir ada apa. Dia menjawab, “MBG, Pak!” Temannya menukas, “Saben Jumat.”

Saya segera paham. Itu Jumat berkah. Sebuah kegiatan amal berbagi makanan, berisi nasi dan lauk. Masih banyak saudara kita yang membutuhkan. Untunglah ada saja kelompok masyarakat, bahkan perorangan, yang berbagi makanan. Tentu tak berarti mereka menggantikan tugas negara. Hanya sedikit melengkapi.

MBG Jumat berkah Klinik Djanti Medika, Jatimakmur, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Saya tak tahu juga sejak kapan Jumat berkah, sebagai sebutan, bukan sebagai kegiatan, mulai hadir. Namun kesan saya, tolong Anda koreksi jika salah, hal itu makin terasa saat pandemi Covid-19.

MBG Jumat berkah Klinik Djanti Medika, Jatimakmur, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Saat membagikan kotak makanan, petugas berseru, “Yang udah dapet jangan ambil lagi, ya!” Saya membatin, misalnya ada yang ambil dobel mungkin untuk anggota keluarga yang sakit di rumah. Jadi belum tentu karena tamak.

MBG Jumat berkah Klinik Djanti Medika, Jatimakmur, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Melihat pembagian makanan gratis, saya teringat laporan Kompas (19/5/2022): dalam setahun, di Indonesia ada sisa makanan senilai Rp330,7 triliun yang menjadi sampah. Penyebabnya? Kita memasak atau memesan makanan melebihi kebutuhan.

Setiap orang Indonesia rata-rata membuang makanan setara Rp2,1 juta per tahun. Sampah makanan mencapai 40 persen dari total sampah yang dihasilkan masyarakat di 199 kabupaten/kota.

Infografik sampah makanan di Jakarta 14 kali tinggi Monas - Kompas – Blogombal.com

Komposisi sampah makanan di Jakarta Barat dapat mencapai 69,8 persen dari total sampah yang dihasilkan warga setiap tahun sebesar 719.768 ton. Jumlah sampah makanan di Jakbar mencapai 502.183 ton setiap tahun.

Misalnya di wilayah lain Jakarta jumlah sampahnya sama dengan Jakbar, setiap tahun ada 2,13 juta ton sampah makanan di Ibu Kota (belum pindah, kan?). Kompas menulis:

Apabila sampah makanan ini ditempatkan pada kotak nasi ukuran 20 cm x 20 cm serta tinggi 7 cm, lalu disusun dengan dasar seluas alas Monas (80×80 meter), sampah makanan di Jakarta tingginya mencapai 1.817 meter atau melampaui gedung pencakar langit tertinggi di dunia, Burj Al Khalifa (828 meter). Sampah makanan di Jakarta bisa mencapai 14 kali ketinggian Monas dan lebih tinggi dari Gunung Kelud (1.731 mdpl).

Tinggalkan Balasan