
“Gimana Oom Kam, itu partai pro-pemerintah pada pengin balikin pilkada ke DPRD, nggak pake pemilihan langsung?” tanya Moko Tongseng.
“Halah lagu lama. Dulu 2014 koalisi Bowo yang kalah pilpres juga mau itu. Koalisi Merah Putih juga ngubah aturan DPR bahwa partai pemenang pemilu nggak otomatis jadi ketua DPR,” jawab Kamso.
“Tapi sekarang Puan baikan sama Bowo kan?”
“Biasa, politikus. Cuma ada kepentingan yang abadi. Buktinya anggota koalisi Bowo akhirnya nyeberang ke Mulyono, lalu Puan ketua DPR. Setelah wong Solo selesai, mereka balik ke Bowo.”
“Tapi pilkada cuma di DPR kan lebih murah, Oom?”
“Di atas kertas gitu. Sebenarnya partai harus studi banding ke luar negeri, nyari contoh pilkada yang murah, tanpa money politics. Ada soal lain sih. Justru mendasar.”
“Apa, Oom?”
“Partai nggak mau capek dua kali, setelah dapet kursi di DPRD ya udah, nggak usah pilkada langsung. Soalnya bisa aja kalo pemilihan langsung, apalagi ada calon independen dan menang, perolehan kursi di DPRD jadi nggak relevan. Kalo pilkadanya di DPRD kan tinggal kompromi dagang sapi, urusan transaksi lebih simpel soalnya tertutup. Konvensi gabungan partai cuma sandiwara. Emang sih bisa aja dibikin calon independen tetap ada, tapi kalo yang milih petugas partai bisa ditebak arahnya.”
“Jangan-jangan entar pilpres dibalikin ke MPR, lebih ngirit. Cuma membiayai sidang umum.”
“Hahahaha!”
“Sebelum 2014 ada nggak sih manuver balik lagi pilkada DPRD, Oom?”
“Udah jadi UU, tapi dibatalin SBY pake Perppu menjelang akhir jabatannya. Sekarang Demokrat masih mikir mau balik ke DPRD apa nggak.”
“Jadi, apa lagi keuntungan pilkada di DPRD, Oom?”
“Para juragan partai untung, soalnya bisa melanggengkan kekuasaan, gitu juga para raja kecil di daerah. Soal ideologi dan cita-cita partai nggak penting. Politikus di DPRD dapat duit, kayak tahun 2000 dulu.”
“Korupsinya bakalan lebih tinggi mana, Oom? Gitu juga soal perusakan lingkungan? Hasil pilkada langsung atau lewat DPRD, Oom?”
“Tanya politikus sana. Kelas kecamatan nggak papa. Kalo partisipasi pemilih jadi target, tugas pemerintah tuh menggerakkan rakyat buat milih tanpa dikasih duit…”
“Lalu tugas partai manfaatin partisipasi dengan duit? Apa nggak bisa kampanye hemat buat pilkada, Oom? Nanya ke orang marketing yang nggak pernah kasih duit ke calon konsumen waktu kampanye produk…”

2 Comments
BTW akhirnya Om Kamso njedhul lagi….
Mecungul karena terpanggil.
Mau dibawa ke mana negeri ini?