Dry ice pengantin yang bikin waswas

Biang es dan pesta cahaya bisa mengganggu pandangan jika tata ruang dan olah gerak tak dipikirkan matang.

▒ Lama baca < 1 menit

Dry ice S & F, Graha Bhima Sakti, Pancoran, Jaksel — Blogombal.com

Anak-anak kecil segera mendekati sudut T pada runway rendah pengantin, mereka membungkuk dan jongkok menenggelamkan diri dalam kepulan biang es. Saya takut videografer, fotografer, dan juru rias pendamping akan tersandung anak-anak yang tak terlihat itu.

Saya juga khawatir pengantin, terutama mempelai perempuan yang berselop hak tinggi, tak melihat perbedaan level tapak yang turun naik karena pandangan terhalang kabut pekat dry ice.

Untunglah apa yang saya cemaskan tak terjadi. Gumpalan kapas putih cepat menipis lalu sirna. Baiklah, saya memang kamso pol. Padahal dry ice dan strobo bukan hal baru dalam pertunjukan. Tetapi jika menyangkut pentas kecil untuk pengantin saya waswas. Dalam pentas besar, penyanyi sudah tahu memosisikan diri, sebelumnya ada gladi resik, kadang posisi berdiri sudah ditandai oleh penata pentas.

Tetapi ya begitulah. Mungkin ini bukti saya cepat menua. Mudah mencemaskan hal sepele jika menyangkut keselamatan. Sebelum saya tua, saya nggak sreg dengan lantai naik sedikit yang ditutupi karpet. Tonjolan tak sampai 8 cm pun bisa menjadi sandungan bagi anak kecil apalagi lansia yang berkain atau bergaun panjang. Padahal masalah bisa diatasi dengan menambahkan bidang miring landai yang tertutup karpet untuk transisi.

Dry ice S & F, Graha Bhima Sakti, Pancoran, Jaksel — Blogombal.com

2 Comments

Lina Rabu 26 November 2025 ~ 08.15 Reply

Aku harus setuju, semakin bertambah umur aku pribadi pun semakin hati-hati sekali di hampir banyak hal, apalagi kalau sudah menyangkut kesehatan dan keselamatan. Sewaktu masih lebih muda apa saja masih diterabas, dari soal hobi sampai ketika bilang pun, risiko apapun rela dikesampingkan 😅

Pemilik Blog Kamis 27 November 2025 ~ 16.37 Reply

Aha! Mari bersalaman. Mungkin memang natural ya 😂

Tinggalkan Balasan