
Salah satu tujuan orang memasang tulisan pada kaca belakang mobil adalah agar dibaca orang oleh lain. Isinya macam-macam, dari promosi sampai semboyan bahkan kutipan ayat suci. Tetapi kalau tulisannya “tunggir”, menurut Anda apa maksudnya ya?
Tunggir, brutu, tilis kitip, adalah dubur ayam atau kloaka. Bisa jadi pemilik Suzuki Ertiga yang melintasi Jalan Raya Kodau, Kobek, Jabar, ini penggemar brutu, misalnya berupa sate. Atau kalau dia mengudap soto ayam Esto di Salatiga, Jateng, sekalian memesan semangkuk kecil brutu dan saren berkecap.
Tulisan tunggir ini dikerjakan serius, bermula dari membuat desain di komputer atau ponsel, sekalian memilih fon, kemudian desain dia serahkan ke jasa pembuatan stiker potong. Butuh biaya.

Di parkiran, kalau mobilnya menghalangi mobil lain karena keterbatasan tempat, mungkin petugas akan mengumumkan, “Untuk Bapak Tunggir, pemilik mobil anu anu, harap segera anu anu anu…” Ternyata yang kemudian nongol adalah seorang perempuan yang tak terima disebut bapak.
