
Foto ilustrasi berita karya Machradin Wahyudi Ritonga, dalam Kompas Minggu (19/10/2025), tentang barikade di depan DPR, menuturkan:
Warga melintas di depan gerbang utama Kompleks Parlemen yang ditutupi terali besi dan beton pembatas di sisi Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat,
Selasa (14/10/2025.
Berita yang versi webnya sudah muncul sehari sebelumnya tersebut pada paragraf pembuka melaporkan:
Tidak cukup terali hitam menjulang setinggi lebih dari 5 meter yang jadi pemisah Kompleks Parlemen dengan ruas jalan utama di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Kini, di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR berdiri pula tembok beton setinggi sekitar 1,5 meter. Dinding kokoh itu seakan menjadi benteng tambahan yang menghalangi pandangan masyarakat ke arah rumah para wakil rakyat.
Lapisan pembatas beruntun itu tetap berdiri kukuh sejak gelombang unjuk rasa besar-besaran terjadi pada akhir Agustus 2025.
Seorang penjual asongan yang biasa berjualan di sekitar pagar Kompleks Parlemen mengatakan:
“Biasanya, kalau sudah selesai demo, pagarnya langsung digeser. Paling beberapa hari kemudian. Tapi, yang ini belum digeser-geser sejak demo besar kemarin.”

Adapun anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, bilang belum melihat langsung keberadaannya di gerbang utama. Dia jarang melewati pintu depan saat masuk ke Kompleks Parlemen.
Dini hari menjelang aksi demo besar besaran, pintu gerbang di gedung DPR dipasang beton untuk menghadang pendemo pada esok hari.
Jangankan pagar beton, saat demo 98′ tuh gedung DPR di atasnya banyak demontras yang naik.
Mantan aktivis 98 pasti ingat itu.#KawalPutusanMK pic.twitter.com/KQp72blVWD
— Junto (@Jumianto_RK) August 21, 2024
Kusus hari ini gerbang gedung DPR RI ditambah pagar beton dan dilapisi oli.
Luarr biasa!
Cc. @puanmaharani_ri pic.twitter.com/IStomrl00I— Brigadir JM (@Franken_blues) August 25, 2025
