Pagar beton di depan pintu gerbang DPR

Demo besar sudah berlalu, tapi terali dan dinding beton tinggi masih ada. Anggota DPR malah tak tahu.

▒ Lama baca < 1 menit

Pagar beton di depan pintu gerbang DPR - Kompas — Blogombal.com

Foto ilustrasi berita karya Machradin Wahyudi Ritonga, dalam Kompas Minggu (19/10/2025), tentang barikade di depan DPR, menuturkan:

Warga melintas di depan gerbang utama Kompleks Parlemen yang ditutupi terali besi dan beton pembatas di sisi Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat,
Selasa (14/10/2025.

Berita yang versi webnya sudah muncul sehari sebelumnya tersebut pada paragraf pembuka melaporkan:

Tidak cukup terali hitam menjulang setinggi lebih dari 5 meter yang jadi pemisah Kompleks Parlemen dengan ruas jalan utama di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Kini, di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR berdiri pula tembok beton setinggi sekitar 1,5 meter. Dinding kokoh itu seakan menjadi benteng tambahan yang menghalangi pandangan masyarakat ke arah rumah para wakil rakyat.

Lapisan pembatas beruntun itu tetap berdiri kukuh sejak gelombang unjuk rasa besar-besaran terjadi pada akhir Agustus 2025.

Seorang penjual asongan yang biasa berjualan di sekitar pagar Kompleks Parlemen mengatakan:

“Biasanya, kalau sudah selesai demo, pagarnya langsung digeser. Paling beberapa hari kemudian. Tapi, yang ini belum digeser-geser sejak demo besar kemarin.”

Pagar beton di depan pintu gerbang DPR - Kompas — Blogombal.com

Adapun anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, bilang belum melihat langsung keberadaannya di gerbang utama. Dia jarang melewati pintu depan saat masuk ke Kompleks Parlemen.

Tinggalkan Balasan