Cerita tentang gagang wajan dan panci

Ini persoalan desain industrial. Tapi kuping wajan dan panci menyangkut masalah negeri.

▒ Lama baca 2 menit
Masalah pada gagang dan kuping wajan maupun panci — Blogombal.com
Dalam kemasan, gagang wajan masih terpisah dari badan. Konsumen harus memasang sendiri.

Baiklah, saya mencoba kembali ke khitah blog wagu ini sebagai tempat saya menuangkan hal-hal remeh keseharian. Menulis kekesalan dan keprihatinan tentang keadaan negeri ini rasanya takkan bersudah.

Maka kini saya menulis tentang gagang wajan. Kami mendapatkan hadiah wajan, tentu baru. Ada hal yang menarik, gagangnya belum menempel ke badan wajan. Terbungkus rapi, gagang tersebut ditemani tiga mur dan satu kunci pas ukuran 10. Terdapat pula secarik kertas cara perawatan wajan.

Masalah pada gagang dan kuping wajan maupun panci — Blogombal.com
Disertakan pula mur cadangan yang bertopi dan kunci pas.

Saya segera merakitnya. Mudah. Saya akui, baru kini saya tahu ada wajan dengan gagang yang terpisah, belum menempel, disertai satu mur serep dan kunci pas. Mungkin saya sampai tak tahu ada wajan macam ini karena seperti umumnya rumah tangga, wajan dan panci kami awet sehingga jarang membeli.

Masalah pada gagang dan kuping wajan maupun panci — Blogombal.com
Akhirnya gagang wajan terpasang kuat. Jika mengendur mudah mengencangkannya lagi.

Dengan wajan dan panci lain kami, yakni saya dan istri, sering direpoti. Ada yang baut gagang pancinya sudah losdhol atau aus, tetap menempel namun oglak-aglik, kendur. Harus berhati-hati memakainya terutama saat berisi kuah panas.

Sedangkan salah satu wajan lama punya masalah serupa: gagangnya kerap kendur. Bedanya, baut maupun murnya belum aus. Setiap kali gagangnya kendur, saya dapat mengencangkannya lagi agar menempel erat dengan mur yang menyatu dengan badan wajan.

Masalah pada gagang dan kuping wajan maupun panci — Blogombal.com
Gagang wajan lainnya, jika baut mengendur mudah mengencangkannya lagi.

Memang mudah, namun hal itu hanya dapat saya lakukan ketika wajan dalam keadaan kering dan bersih. Masalahnya, saat wajan dingin berisi minyak kadang sudah kendur gagangnya. Atau gagang mengendur saat dipakai memasak. Bikin sebal orang yang sedang memasak.

Masalah pada gagang dan kuping wajan maupun panci — Blogombal.com
Gagang panci dengan baut sudah aus, bahkan garis cekungan untuk obeng sudah soak, tak dapat dilepaskan untuk diganti.

Lalu apa moral ceritanya? Kreativitas. Desain produk terus berkembang. Orang terus belajar dengan saling meniru. Tak hanya dalam membuat barang namun juga dalam menulis dan memotret maupun menggambar.

Sepanjang desain barang dan cara kerjanya tak dipatenkan, hal yang estetis dan sekaligus fungsional akan ditiru dan dikembangkan. Ingat, desain produk Apple itu dipatenkan, termasuk tetikus dan kibornya. Bahkan dulu kawat berduri pun menjadi sengketa karena menyangkut paten.

Yah, manusia punya penyakit turunan: tak pernah memikirkan maupun mencoba membuat sesuatu, tetapi setelah melihat karya orang lain akan bilang, “Halah, cuma gitu. Aku juga bisa.”

Kembali ke gagang wajan dan panci, untuk kedua jenis wadah itu ada juga pegangan kecil yang menempel. Orang menyebutnya kuping wajan dan kuping panci. Orang Jawa menyebut seseorang yang bebal dan keras kepala, tak hirau pendapat dan masukan pihak lain,”Oooo, dasar kuping wajan!”

Ehm, saya kok malah jadi teringat DPR dan pemerintah yang tak peka terhadap masalah rakyat. Duh maaf, tulisan saya yang lancar saya tik di ponsel ini saat akan saya akhiri malah tergelincir ke situ lagi. Piyé, jal?

2 Comments

mpokb Kamis 11 September 2025 ~ 13.03 Reply

Dulu pernah beli wajan di toko daring, dikirimnya bentuk lepasan gitu, Bang Paman. Tapi nggak dikasih kunci sih..hehe

Di luar urusan paten, kita patut acung jempol pada pemerintah Tiongkok yang menggelontorkan dana besar buat inovasi. Mereka boleh jadi meniru, tapi juga mengembangkan, dan membuat produk lebih terjangkau oleh banyak orang. Makanya banyak produk unik dan aneh di toko daring 😀

Pemilik Blog Kamis 11 September 2025 ~ 13.40 Reply

Betul Mbak Mpok. God created the world, anything else is made in China.

Tinggalkan Balasan