
Dalam kalimat lengkap, judul di atas mestinya di sini sebal, di sana yang tempat lama berlagak tak kenal, tetapi yang bersangkutan selama ini merasa kebal.
Dalam bahasa yang lebih mudah: sini meludahkan, sana memuntahkan.
Atas nama esprit de corps atawa jiwa korsa, mestinya a friend in need is a friend indeed. Lalu dari dalam sel, si persona non grata, artinya orang yang tak diinginkan, bersenandung that’s what friends are for sambil membik-membik ndembik.
Halah kok berbahasa asing. Bahasa Jawa punya ujaran yang sebaliknya: aja cedhak kebo gupak. Artinya, untuk sementara jangan berdekatan dengan kerbau yang berlumur lumpur, nanti bisa dianggap sama kotornya.
Kenapa begitu, biarlah dia ngundhuh wohing pakarti. Kira-kira serupa siapa menabur benih akan menuai. Tetapi di negeri tanpa kepastian hukum, tamsil baik yang berlawanan dengan tabur tuai bisa mentah, siapa menanam belum tentu memetik hasil karena diambil pencoleng. Anak buah memeras, dia minta jatah.
Busuk, memang. Namun jangan memaki keparat karena kata itu berarti kafir. Padahal nama orang itu indah, merujuk kitab suci. Silakan Anda cari artinya.

2 Comments
Rasanya tidak elok kalau dia memeras langsung, biarkan anak buah yang melakukannya. Karena memeras itu ada etikanya juga.
Itulah prinsip kepemimpinan dalam manajemen kuno maupun modern, dari zaman kecu sampai birokrasi.