
Tadi dari Superindo, anak bungsu saya menelepon, “Pak, beras kosong. Gimana, ya?” Dia sebelumnya sudah menelepon ibunya, tetapi karena si Ibu sedang ke warung sayur tanpa membawa ponsel maka anak itu menelepon saya. Lalu saya menganjurkan dia membelikan di warung pracangan langganan saya.
Dapat, tetapi hanya ada dua macam beras, padahal biasanya empat sampai lima jenis. Lalu saya teringat foto tunggal di Kompas, pekan pertama Agustus (Kamis, 7/8/2025), menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Foto itu sempat akan saya poskan namun batal karena saya menyangka kelangkaan beras di supermarket dan minimarket hanya akan berlangsung beberapa hari. Buktinya warung beras dekat Pasar Kecapi, Jatiwarna, Pondokmelati, Kobek, Jabar, masih punya.
Kapsi foto karya Riza Fathoni:
Pengunjung ritel modern di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, berjalan di depan rak berisi beras, Selasa (5/8/2025). Stok beras medium hingga premium di sebagian ritel modern telah menipis, bahkan di sebagian cabang ada yang sudah kosong. Pasar beras tengah bergejolak menghadapi ketidakpastian. Gabah milik petani yang terbatas diperebutkan dan dibeli dengan harga tinggi.

Dua hari sebelumnya, Kompas memuat foto polisi dan barang bukti beras oplosan (5/8/2025). Kapsi foto karya Runik Sri Astuti:
Seorang polisi menata barang bukti berupa beras oplosan saat rilis media terkait tindak pidana pengoplosan beras premium di Markas Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/8/2025). Pengoplosan beras yang diungkap itu terjadi di Kabupaten Sidoarjo.
Kenapa beras bisa habis di supermarket dan kenapa kasus beras oplosan tak kunjung sampai pengadilan? Jawaban mudah pemerintah pasti seputar mata rantai pasokan, stok, ulah pedagang spekulan, dan orang jahat.

Baiklah, tetapi semua orang jahat dari copet, maling mangga, pencuri motor, sampai koruptor tahu kalau pengawasan sedang lemah maka situasi dan kondisi harus dimanfaatkan.

Saya beruntung tak menonton perayaan ultah kemerdekaan, agar tidak jengkel, namun tetap kecolongan, tadi malam sempat melihat video pendek anggota DPR berjoget di X.
Joged2, anggota @DPR_RI digaji 3 juta per hari.#BubarkanDPRSontoloyo
Sementara rakyat yang diwakili semakin miskin#BubarkanDPRSontoloyo pic.twitter.com/caLd0hLMqG
— Michel Adam1515 (@MichelAdam1515) August 22, 2025

2 Comments
Kabarnya stok beras di gudang nulig banyak banget. Tapi mungkin di situ masalahnya, berasnya ada di gudang bukan di pasar.
Mulai ada pembagian beras dan jual beras murah tapi berasnya jelek, bau, berwarna kelam. Stok lawas di gudang?