
Foto di Kompas hari ini (Kamis, 31/7/2025), hasil jepretan Monang Sinaga dari Antara, bagi saya menarik karena menampilkan keluarga kompak. Tanpa latar orang-orang berbaju merah dalam gambar, maka orang yang tak kenal PDIP, dan tak kenal keluarga Megawati Soekarnoputri, cuma menyimpulkan mereka itu keluarga orang penting sehingga dipajang di koran.
Misalnya yang melihat koran adalah orang asing yang tak dapat berbahasa Indonesia, mungkin akan bertanya mereka itu siapa.
Berikut ini catatan saya setelah melihat foto:
- Masih ada gosip politik bahwa di Banteng ada dua kubu utama, yakni pengikut Puan yang ada di DPR dan pengikut Nanan yang ada di DPP
- Barisan Puan dikabarkan lebih adaptif dan kompromistis dengan Bowo dan koalisi pendukungnya, sementara kubu Nanan maunya jadi oposisi
- Posisi PDIP itu tak jelas, dalam bahasa Jawa adalah gojag-gajeg, di luar pemerintahan tetapi bukan oposan
- Saya masih melihat PDIP sebagai personifikasi Mega, lalu siapa nanti yang menggantikan dia mungkin juga anak-anaknya, terutama putrinya
- Citra partai sebagai miliknya pendiri juga terjadi pada Gerindra, Demokrat, dan Nasdem, pun Ummat — suatu citra yang tak melekati PKS, tetapi entah dengan perkembangan PSI yang pernah mendaku partainya Mulyono dalam kampanye Pemilu 2024
- Seperti partai lain, orang PDIP juga tak bersih dari korupsi — ini penyakit yang merata, sesuai pendapat Bung Hatta bahwa korupsi sudah membudaya
- PDIP partai besar, boleh menjadi mayoritas di parlemen, namun ketika lawan bersatu, Banteng bisa kalah — penjegalan terhadap Mega dalam SU MPR (1999) untuk jadi capres, sehingga Gus Dur ambil kendali, adalah contoh; demikian saat Puan gagal menjadi ketua DPR karena koalisi pro-Bowo mengubah aturan, dan.. kemudian berubah, khas dunia politik
- Manuver politik PDIP yang mengesalkan masyarakat sipil adalah partai itu mendukung militerisme melalui revisi UU TNI
- Hubungan PDIP dengan sesama partai sekuler eh nasionalis itu on-off, yang kentara dengan SBY Demokrat dan tak bisa mencapai tahap rukun, berbeda dengan Bowo Gerindra dan Golkar
- Persoalan PDIP saat ini adalah menyiapkan logistik untuk Pilpres 2029 — artinya dari mana saja mereka akan menghimpun sumber daya terutama dana untuk melawan koalisi tambun?
Kapsi foto:
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama putri dan putranya, Ketua DPP PDI-P Bidang Politik Puan Maharani (tengah) dan Ketua DPP PDI-P Bidang Ekonomi Kreatif Prananda Prabowo (kanan), berjalan memasuki lokasi acara bimbingan teknis (bimtek) bagi anggota DPR serta DPRD provinsi dan kabupaten/kota dari PDI-P di Denpasar, Bali, Rabu (30/7/2025). Bimtek yang diikuti sekitar 3.200 peserta tersebut menjadi ajang pembekalan sekaligus konsolidasi internal terbesar PDI-P untuk memperkuat soliditas partai.

2 Comments
(Salah satu) kabar terkini Banteng….
https://nasional.kompas.com/read/2025/07/31/21322661/prabowo-ampuni-hasto-kristiyanto-dan-tom-lembong?source=widgetML&engine=C
Yah sebuah langkah politik atas nama persatuan dan kesatuan, daripada pemerintahan berjalan dengan banyak penentangan. Kebetulan di mata publik kedua kasus itu ditangani secara tidak adil, mengada-ada