Rempeyek gondrong, lalu ampyang gondrong

Lha apa enaknya rempeyek, pun ampyang, yang kacangnya berebut tempat?

▒ Lama baca < 1 menit

Rempeyek gondrong, lalu ampyang gondrong — Blogombal.com

Rempeyek ini berisi kerumunan kacang yang berdesakan, ada butir kacang yang menindih butir lainnya. Mereka saya bayangkan berebut tempat sejak diciduk dari adonan untuk dicemplungkan ke wajan. Rempeyek gondrong, saya menyebutnya. Dalam kantong plastik berlabel harga Rp27.000 yang tampak dari luar hanya kacang dan kacang.

Kegondrongan juga bisa melekati ampyang atau gula kacang. Kacangnya bergerombol rapat di atas gula jawa, enggan menyisakan sela di antara sesamanya. Bagi saya, kedua jenis penganan dengan kacang nan sesak itu kurang nikmat.

Rempeyek itu enak jika himpunan kerumunan kacang tak tamak menguasai hamparan tepung yang memberikan rasa gurih kemeriuk. Hal sama berlaku untuk ampyang, perbandingan kacang dan gula lebih enak jika seimbang. Masing-masing bidang masih menyediakan celah untuk kita cuil, menghasilkan potongan berupa anak rempeyek maupun anak ampyang. Bukan ketika dicuil lalu kacangnya berhamburan jatuh ke lantai mengundang semut.

Tetapi itu soal selera. Beda mata dan lidah, serta beda geligi dan gusi, pasti beda kesukaan. Di luar rempeyek kacang, saya suka rempeyek teri yang dulu menjadi sajian laris di warung padang dekat rumah. Terinya seperti beberapa pulau kecil terluar Indonesia dalam peta: saling berjauhan. Tipis kemeripik gurih dengan asin sedang.

Memang sih rempeyek teri yang itu mudah patah bahkan remuk. Jika tak hati-hati membawanya dalam tas keresek, rempeyek hampir selebar piring makan itu dalam perjalanan sudah menjadi banyak anak rempeyek.

5 Comments

Junianto Selasa 22 Juli 2025 ~ 07.23 Reply

2-2nya saya (saat ini) tidak suka karena kadar asam urat saya lagi tinggi….

Pemilik Blog Selasa 22 Juli 2025 ~ 11.02 Reply

Kerepotan AU adalah kandungan purin, celakanya itu juga ada di sayur tertentu.

AU berhubungan dengan fungsi ginjal. Nah fungsi ginjal bermasalah karena hipertensi, gula, dst.

Awrat saèstu

Junianto Selasa 22 Juli 2025 ~ 22.15 Reply

Empat bulan lalu AU saya tinggi (8,5) — ambang batas 7 — faskes pertama/dokter umum merujuk saya ke dr. spesialis penyakit dalam. Berkat obat dan pengaturan makan, akhirnya turun jadi 6,1.

Hanya, saya kemudian sembrono makan. Akibatnya, sebulan kemudian jadi 6,3. Dokter tidak memberi obat tapi minta saya mengatur makanan lagi, selain minum banyak air putih, dan berolahraga. Karena itulah saya mulai berolahraga jalan kaki pagi.😬

Rudy Senin 21 Juli 2025 ~ 09.57 Reply

Saya suka rempeyek kacang yang tepungnya masih kelihatan dan diberi irisan daun jeruk. Digado, atau dimakan dengan nasi hangat pakai kecap manis. Sayangnya sekarang tidak banyak yang menjual rempeyek yang pakai irisan daun jeruk ini.
Kenapa rempeyek tidak secepat kerupuk untuk melempem ya?

Pemilik Blog Senin 21 Juli 2025 ~ 13.39 Reply

Betul betul betul dengan irisan daun jeruk. Dua pekan lalu saya dapat pemberian berupa itu.

Kerupuk lbh lekas melempem karena porositas lbh tinggi?

Tinggalkan Balasan