Cara menikmati dekorasi historis bangunan tua pemerintah

Sebuah usul untuk Stasiun Tugu: memanfaatkan ponsel penumpang.

▒ Lama baca < 1 menit

Dekorasi berupa sejarah Stasiun Tugu Yogyakarta — Blogombal.com

Apakah sejarah bisa disajikan dengan kemasan yang nyaman? Bisa. Misalnya di Stasiun Tugu, Yogyakarta. Poster jangkung dijejerkan di dinding lorong penghubung peron, membentuk kata Yogyakarta.

Dekorasi berupa sejarah Stasiun Tugu Yogyakarta — Blogombal.com

Apakah semua teks bisa dibaca? Bisa. Apakah teks mengundang orang untuk membaca? Kalau berminat dan punya waktu, misalnya menunggu kereta datang. Anak kecil yang tak sibuk dengan ponselnya bisa diajak membaca.

Dekorasi berupa sejarah Stasiun Tugu Yogyakarta — Blogombal.com

Kalau tak sempat maupun berminat membaca, poster ini apa bermanfaat? Tentu. Untuk latar berfoto diri. Hasilnya, berupa video maupun foto, bisa dibagikan di WhatsApp dan Instagram serta Facebook. Kalau ada yang bertanya ini foto di mana, karena tanpa keterangan di Stasiun Tugu, berarti fotonya menarik.

Dekorasi berupa sejarah Stasiun Tugu Yogyakarta — Blogombal.com

Karena calon penumpang kereta tak punya waktu untuk membaca, adakah kesempatan lain untuk menikmati konten poster? Ada. Mestinya, eh misalnya, ada kode QR untuk dipindai sehingga nanti dalam perjalanan ada laman web yang dapat dibaca dalam perjalanan.

Dekorasi berupa sejarah Stasiun Tugu Yogyakarta — Blogombal.com

Adakah cara lain dalam memanfaatkan QR? Mestinya ada. Misalnya meniru cara museum luar negeri abad lalu, sebelum ada kode QR maupun ponsel. Di Tugu, ada kode QR lain lagi, yang mengarahkan ke sebuah konten audio secara daring, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, dapat diakses dari ponsel dan semoga pemiliknya selalu membawa earphones.

Dekorasi berupa sejarah Stasiun Tugu Yogyakarta — Blogombal.com

Jadi, setiap poster diberi tanda nomor, lalu peminat berdiri sesuai nomor poster, lalu memasang jemala kepala, mendengarkan tuturan. Ada tuturan versi ringkas, ada versi panjang. Selesai satu poster lalu setop, dan bisa lanjut lagi.

Dekorasi berupa sejarah Stasiun Tugu Yogyakarta — Blogombal.com

Apakah teknologi macam itu mahal? Saya berpengandaian murah, karena pengisian suara bisa dibantu oleh layanan AI berbayar, dan kelak dengan bahasa Jawa pun pasti lebih bagus. Pengelola stasiun tak perlu membeli gawai karena ponsel dimiliki semua orang.

Dekorasi berupa sejarah Stasiun Tugu Yogyakarta — Blogombal.com

Dalam cara museum di luar negeri abad lalu, pemandu elektronik, yang mirip Sony Discman dalam tas cangklong yang dipinjamkan kepada pengunjung, harus disediakan oleh museum. Kalau dalam usulan saya tak perlu ada alat macam itu. Sekali lagi, karena semua orang memiliki ponsel, dan makin banyak orang yang tahu cara memanfaatkan kode QR.

Dekorasi berupa sejarah Stasiun Tugu Yogyakarta — Blogombal.com

Tinggalkan Balasan