Apa pula itu payung cantik apalagi payung fantasi

Musim hujan akan mulur. Nanti kemarau kita tetap butuh payung.

▒ Lama baca < 1 menit

Payung cantik, payung fantasi, payung transparan — Blogombal.com

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, musim kemarau 2025 mundur, sebagian wilayah Indonesia masih musim hujan (¬ Kompas.id, Sabtu 21/6/2025). Oh, masih harus sedia payung.

Payung cantik, payung fantasi, payung transparan — Blogombal.com

Tetapi saya berpikir, sebenarnya berapa perbandingan persentase penggunaan payung antara untuk musim hujan dan panas? Payung yang saya maksudkan bukan hanya payung tangan, lipat maupun tongkat, tetapi juga payung tancap, misalnya untuk penjual di alam terbuka, termasuk yang berkeliling.

Maka saya tak mempersempit penggunaan payung hanya oleh perempuan. Namun ketika mendapatkan payung di gudang hanya ada dua yang bening, saya menahan tawa. Payung itu hanya dipakai saat hujan. Sejauh saya tahu, payung transparan tak pernah disebutkan dalam hadiah payung cantik.

Ingat payung cantik ingat “Payung Fantasi”, lagu ciptaan Ismail Marzuki, komponis nan jazzy itu (1914—2016). Apa makna payung fantasi? Saya tidak tahu.

Karya-karya Ismail dibawakan dalam banyak versi, umumnya ngejazz. Saya lupa-lupa ingat apakah Elfa’s Singers pernah membawakan “Payung Fantasi”, saya cari dalam diskografi tak tersua. Karya Ismail yang dibawakan agak laen dan saya suka, adalah “Juwita Malam” oleh Slank, dalam dua versi, blues dan punk (PLUR, 2004).

Pada Mei 2016, dalam 102 Tahun Ismail Marzuki, saya membuat infografik dan artikel tentang sang musikus yang meninggal karena sakit TBC, bibit itu dia dapatkan dari saksofon bekas.

Sebagian arsip tulisan dan infografik saya di Beritagar.id ada di Kaskus. Di media itu saya melakukan riset data dan pustaka, mendesain, dan menulis, hampir saban hari, termasuk hari libur secara remote, karena inisiatif sendiri.

Pekerjaan itu kini bisa dilakukan lebih mudah dengan AI. Untung saya tidak bisa menggambar dan melukis maupun bermain musik. Kalau bisa, lengkap sudah kemaruk kerja saya yang akhirnya didepak disrupsi karena teknologi digital — menyusul petugas loket jalan tol dan penjaga loket parkir.

Infografik Ismail Marzuki — Blogombal.com
▲ Infografik 102 tahun Ismail Marzuki di Beritagar.id (2016)

2 Comments

Badu Selasa 24 Juni 2025 ~ 13.47 Reply

saya amat-amati blog ini sering sekali membahas soal payung, dari segala sisi. berarti bolehlah ya kita namakan: payung inspirasi :)))

Pemilik Blog Selasa 24 Juni 2025 ~ 18.03 Reply

Hwaduh. Eh suwun.
Kebetulan aja 😇

Tinggalkan Balasan