Bukan jeruk bali, pamelo ini

Penyuka unsur getir jeruk bali mungkin takkan doyan pare manis.

▒ Lama baca < 1 menit

Pomelo Citrus maxima alias jeruk bali — Blogombal.com

“Ini pamelo, Pak. Bukan jeruk Bali. Beda rasanya, lebih enak,” kata tukang buah. Oh, Pamelo adiknya Pamela? Dia tertawa. Tulisan di kios buah juga menyebut pamelo, bukan pomelo. Ah sudahlah, jangan berdebat soal bahasa di tempat penjual. Itu salah alamat. Buang waktu. Hanya cari musuh.

Pomelo Citrus maxima alias jeruk bali — Blogombal.com

Penjual buah yang genah di mana pun seperti penjual ikan: bersedia membuang bagian yang tak perlu. Selain durian, umumnya buah besar yang sulit dikupas dengan tangan telanjang akan ditangani oleh penjual. Misalnya durian, kelapa, nangka, dan jeruk bali.

Pomelo Citrus maxima alias jeruk bali — Blogombal.com

Bukan buah, namun tak semua orang bisa membukanya adalah kuaci. Penjual dan pembeli sama-sama tak berminat membukakan kulitnya maupun dibukakan. Entah kenapa. Karena menikmati proses bernama kerepotan?

Pomelo jeruk bali getir asam manis — Blogombal.com

Saya suka jeruk bali. Yang agak asam dan ada getirnya itu nikmat untuk saya kerikiti. Kalau yang manis macam pamelo, tanpa banyak biji, tanpa kegetiran hidup, mana lebih mahal pula, kurang marem rasanya. Mungkin ini jenis dhemen répot yang lain lagi. Namun itulah manusia. Kelak kalau ada pare manis nis nis mungkin juga ada yang tak suka.

2 Comments

@sandalian Senin 16 Juni 2025 ~ 08.28 Reply

Bertahun yang lalu saya menemukan jajanan kuaci bersalut cokelat, sudah tidak berkulit. Segera saya beli karena menggoda dan harganya seingat saya terjangkau.

Setelah habis satu bungkus baru kemudian di kepala saya muncul pertanyaan siapa yang mengupas dan bagaimana cara mengupas kulit-kulit kuaci tersebut 😀

Pemilik Blog Senin 16 Juni 2025 ~ 13.44 Reply

Di marketplace dijual alat kecil pengupas kuaci dengan laci untuk lepehan kulit hasil kerja mesin 😅

Tinggalkan Balasan