
Tadi pagi seorang kawan lama menelepon apakah saya masih suka iseng memotret dengan ponsel. Saya jawab masih. “Barusan di warung nasi uduk deket rumah aku motret pagar. Ada tombak,” kata saya. Lalu saya kirimkan foto itu via WhatsApp.
Maksud saya ujung tombak tiruan untuk dekorasi pagar. Ujung tombak atau mata tombak? Keduanya benar. Tentang tombak, KBBI memerikannya, “senjata tajam dan runcing, bermata dua, bertangkai panjang, untuk menusuk dari jarak dekat atau jauh (dengan cara melemparkannya)”.
KBBI juga menyebutkan tombak sebagai “satuan ukuran panjang 12 kaki; cengkal”. Maka saya pun ingat cerita silat. Adapun cengkal, menurut KBBI dari bahasa Jawa, artinya “satuan ukuran panjang sekitar 3,75 m atau 12 kaki”.
Tentu ujung tombak yang saya foto ini tak mewakili tombak karena tidak pipih, tak bermata dua. Namun teman saya, seorang perempuan dewasa, cekikikan setelah melihat foto yang kemudian saya pasang di atas paragraf pertama laman ini.
Dia katakan, “Aku pernah liat yang mirip. Lebih alus, di marketplace, tapi bukan buat pagar.” Saya tak paham.


2 Comments
duh, kok saya paham ya..
Lokapasar memang kaya akan barang dan jasa, yang belum tentu mudah ditemukan di toko terdekat, namun tanpa deskripsi yang jelas kadang bikin gagal paham 🙈
🏃🏃🏃