↻ Lama baca < 1 menit ↬

Lho apa anehnya, penyelenggara sistem elektronik beriklan di media cetak, media luar ruang, dan lainnya yang bukan muncul dalam web maupun aplikasi lain di ponsel?

Tak ada yang aneh. Tetapi setahu saya jarang kalau di koran. Beberapa penyelenggara lokapasar memang beriklan di bilbor cetak maupun videotron. Kalau iklan bungkus (cover wrap advertisement) apalagi sampai lebih dari sehalaman, biasanya hanya saat peluncuran dan IPO. Mungkin iklan macam itu menyasar investor.

Ketika beberapa hari lalu Google Inisiative beriklan di media sosial dan situs berita — bukan di koran, misalnya Kompas — saya tak terkesan. Saya hanya membatin saatnya tepat, untuk menyambut Pilpres 2024 yang pasti akan diwarnai aneka isu panas antara lain hoaks yang menyembur sekencang air dari selang damkar. Nanti konten seperti media berita, menggunakan WordPress, juga masih ada yang mau baca dan menyebarkan. Padahal kantor redaksinya tak jelas, nomor kontak cuma ponsel, alamat emailnya hanya Gmail padahal punya domain sendiri.

Lalu apakah semua media berita daring yang jelas juga bagus isinya? Anda yang menilai. Bagi penerbit dan editornya sih bagus — apalagi kalau biaya produksi rendah tetapi trafik layak dan ada iklan.

Tentang mangsud daripada Goggle sila lihat dukungan terhadap industri berita dan kolaborasi.

¬ Bukan posting berbayar maupun titipan

Bakal ada Obor Rakyat versi lain nggak?

Heboh tabloid Anies