↻ Lama baca < 1 menit ↬

Jujur, saya tak paham masalah ekonomi yang berlangsung saat ini. Hanya bisa membuktikan dampaknya terhadap saya. Tetapi untuk menjelaskan kepada orang lain, misalnya tukang sayur dan tukang atap, saya tidak bisa. Kenapa? Ya karena tidak paham.

Kalau saya paham masalahnya pasti dapat menerangkan dengan sederhana dan benar serta memuaskan.

Tukang sayur dan tukang atap sudah tahu dari berita bahwa perang Rusia dan Ukraina mengacaukan ekonomi dunia. Kok bisa, bagaimana urutannya sampai pembeli sayur mengurangi belanjaan, dan orang yang atapnya bocor memilih menambal ketimbang mengganti?

Ekonomi hanya menarik jika dampaknya bagus bagi kita. Tetapi untuk menjelaskannya kadang kita enggan. Ketika dampaknya buruk, kita bisa bersemangat membahasnya — kadang disertai keluhan.

Dalam sebuah forum saya pernah mendengar seorang pengusaha muda berkata, kadang ekonomi terganggu karena psikologi masyarakat yang pesimistis lalu menular. Misalnya isu inflasi, resesi, dan sebagainya. Media sangat berperan.

Terdengar gumam di punggung saya, “Lha situ enak, lahir sebagai anak konglomerat top.”

Beban cicilan kelas menengah kian berat