↻ Lama baca < 1 menit ↬

Gambar TTS di Kompas digital tak ada gunanya

Demi penghematan dan keleluasaan rak gudang, saya berhenti melanggani Kompas premium berupa paket koran kertas, Kompas.id, dan e-paper Kompas mulai kemarin. Saya hanya melanggani versi digital. Lalu?

Meskipun saya jarang mengisi TTS Kompas Minggu, bahkan ketika mengisi pun tak pernah rampung, ketika hari ini tak ada koran kertas saya malah baru menyadari bahwa di versi digital juga ada TTS. Tetapi hanya berupa gambar. Menjadi masalah ketika pembaca akan mengirim jawaban harus menyertakan kupon.

Oh, bukankah aplikasi TTS Kompas juga ada? Ya, saya pernah menginstalasikannya tapi setelah macet di ponsel saya ogah.

Tas dan sebangsanya masih punya penggemar. Maka oleh The New York Times, TTS itu dijual terpisah seperti halnya resep masakan. Ada versi TTS gratis, sederhana, di NYT digital, pembaca bisa langsung menjawab. Saya sih tak pernah mengisi TTS asing karena tidak bisa dan tidak berminat.

Cara NYT, yang memungkinkan pembaca bisa langsung mengisi di web, mestinya dapat ditiru media berita di Indonesia. Atau sudah ada tetapi saya tidak tahu.

Aplikasi TTS Kompas dan The New York Times

Atau kalau bukan oleh media berita, ada orang yang bikin situs web, bukan aplikasi, untuk TTS simpel, penjawab tercepat bisa berbagi via media sosial — semoga bukan robot yang menjawab. Siapa tahu bisa menjaring iklan. Lantip, Sandalian, dan lainnya, tampaknya tinggal melangkah. Hasil kerja robot itu bisa disematkan ke web dan platform lain.

Oh, jangan-jangan sudah ada, cuma saya saja yang cupet.

Obat pikun di ponsel

Muslihat sang pahlawan

Anda masih mengisi TTS berhadiah beneran?

Mari Mengisi TTS