↻ Lama baca < 1 menit ↬

Tiga istri menteri ikut suami ke WEF di Davos Swiss

“Gimana sih Mas soal istri menteri pada jalan-jalan ke Swiss, ngikutin suami yang ikut seminar apa gitu?” tanya Kamsi kepada suaminya.

“Oh, udah lama kan? Tiga minggu lalu, akhir Mei. Pas ada sidang World Economic Forum di Davos. Ada tiga nyonya menteri,” jawab Kamso.

“Mereka bayar sendiri kali?”

“Nggak tau. Emang apa bedanya bayar sendiri ama nebeng fasilitas suami apa?”

“Kalo bayar sendiri masih panteslah kalo pada pamer di medsos. Dengan catatan, misalnya Indonesia lagi nggak prihatin gara-gara pandemi banyak orang jadi susah. Kalo pakai biaya dinas suami ya gimana gitu, Mas.”

“Yang bagus sih, entah bayar sendiri atau numpang fasilitas suami, nggak usah pamer.”

“Bukan pamer sih, cuma nge-share, tapi karena istri pejabat negara lantas isunya digoreng.”

“Buatku biarin aja suami pergi. Misalnya ada fasilitas buat istri ya ditolak aja, kan mereka udah biasa ke luar negeri?”

“Jokowi juga bawa istri ke luar negeri. Presiden sebelumnya juga.”

“Biasa itu kalo buat kunjungan kenegaraan. Hampir semua kepala negara gitu, tapi bukan keharusan istri ikut. Aku lupa, Megawati dulu kalo ke luar negeri bawa suami apa nggak. Lantas Theresa May, Angela Merkel, atau siapa gitu pernah bawa suami, aku lupa.”

“Jadi bagusnya pejabat selain presiden dan wapres nggak usah didampingi istri, Mas?”

“Bukan soal istri, tapi pasangan. Aku belum pernah baca berita Sri Mulyani, Retno Marsudi, Risma ke luar negeri bawa suami. Mungkin pernah, aku nggak tau. Puan juga mungkin nggak bawa suami.”

“Dari tadi kok bilang bawa? Emang koper? Tapi istrinya pejabat dan suaminya pejabat beda dong, Mas!”

“Sama. Kan laki dan perempuan setara?”

¬ Gambar praolah: Shutterstock